UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan – Apa artinya bagi masyarakat?


Seorang demonstran saat aksi protes terhadap UU Cipta Kerja 2020 silam membawa tuntutan reforma agraria.

Sumber gambar, Anadolu Agency via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang demonstran saat aksi protes terhadap UU Cipta Kerja 2020 silam membawa tuntutan reforma agraria.

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 6 menit

DPR mengesahkan Undang Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria (UU PRA) dalam rapat paripurna yang berlangsung di Jakarta, Selasa (22/09). Regulasi yang disusun kurang dari satu bulan ini dianggap memberi harapan baru, tapi juga ditentang sebagian kelompok masyarakat sipil.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang memimpin sidang, mengetok palu pengesahan beleid ini.

“Kini saatnya, kami akan menanyakan kembali kepada seluruh peserta sidang, apakah Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” tanya Dasco.

“Setuju,” jawab peserta rapat disertai tepuk tangan.

Hadir juga dalam rapat Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid; Wakil Menteri Hukum, Eddy Hiariej; serta Wakil Menteri Sekretaris Negara, Bambang Eko Suhariyanto.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *