Sejarah: Walikota perempuan pertama di Indonesia – Charlotte Salawati ‘dihapus’ Orde Baru karena dianggap komunis


Charlotte Salawati

Keterangan gambar, Charlotte Salawati, duduk paling depan bawah, bersama tahanan politik lainnya di Bukit Duri.

Militer Orde Baru berkuasa dengan menyingkirkan semua hal yang berhubungan dengan komunis melalui propaganda dan pemenjaraan besar-besaran. Satu dari ratusan ribu orang yang ditekan itu ialah Charlotte Salawati. Kisahnya bak bintang yang pendar cahayanya lekas dimatikan.

Usia Sri Utati dua kali lebih muda daripada Charlotte Salawati manakala mereka pertama berjumpa.

Bagi Utati, Salawati tergolong bukan nama sembarangan. Pada dekade awal 1960-an, Utati mengenal Salawati sebagai salah satu pendiri serta petinggi Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), organisasi perempuan terbesar saat itu.

Utati belum pernah berjumpa dengan Salawati. Tapi, dia bisa membayangkan seperti apa sosoknya: tegas sekaligus memancarkan aura ‘kengerian’—bukan dalam arti sebenarnya.

Semesta tak pernah menyediakan kesempatan untuk mereka bertatap muka secara langsung. Sampai akhirnya petaka 1965 bergulir ke permukaan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *