Lapas Cibinong: Apa saja kejanggalan dari temuan fasilitas mewah?


Petugas menunjukkan ruangan yang sebelumnya diperiksa secara mendadak oleh Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026). Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Jawa Barat Yudi Suseno menyatakan 11 rumah dinas tersebut disediakan bagi sejumlah pejabat, termasuk Kalapas Kelas IIA Cibinong, dan pihaknya masih mendalami temuan Ombudsman serta akan menindak sesuai prosedur jika ditemukan pemanfaatan lokasi yang tidak sesuai.

Keterangan gambar, Petugas menunjukkan ruangan yang sebelumnya diperiksa secara mendadak oleh Ombudsman RI di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/9/2026). Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Jawa Barat Yudi Suseno menyatakan 11 rumah dinas tersebut disediakan bagi sejumlah pejabat, termasuk Kalapas Kelas IIA Cibinong, dan pihaknya masih mendalami temuan Ombudsman serta akan menindak sesuai prosedur jika ditemukan pemanfaatan lokasi yang tidak sesuai.

Sejak Ombudsman mengungkap keberadaan fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kelas IIA Cibinong pada pekan lalu, pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menempuh investigasi hingga menonaktifkan sejumlah pejabat. Para pengamat menilai langkah penonaktifan dan investigasi yang tidak ditindaklanjuti serius tak akan menyelesaikan akar permasalahan.

Dalam rapat dengar pendapat antara Komisi II DPR dengan Ombudsman pada Selasa (29/09), persoalan di lapas Cibinong tidak hanya ‘klaster mewah’. Ada perihal keamanan yang seperti sengaja dibiarkan terbuka dan pungutan liar yang dialami oleh keluarga narapidana yang menjenguk.

“Ada pungli terhadap warga binaan yaitu Rp150.000 per minggu di dalam salah satu blok. Itu kami peroleh dari keluarga yang habis melakukan kunjungan,” kata anggota Ombudsman, Syafrida R. Rasahan, di hadapan Komisi II DPR.

Informasi ini didapatkan dari wawancara langsung di luar lapas mengingat Ombudsman ditolak untuk masuk ke dalam lapas.

Padahal pada pengawasan di tiga lapas sebelumnya yang berada di Jakarta, Tangerang, dan Batam, Ombudsman selalu diterima dengan baik sehingga bisa memberikan saran dan perbaikan yang dibutuhkan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *