Pendidikan gratis: Cerita mahasiswa pinjam uang ke bapak kos hingga bekerja di warung demi bayar UKT


Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2026). Aksi bertema "Bersatu, Bergerak, Berubah" yang diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai elemen yang tergabung dalam BEM Semarang Raya tersebut menyuarakan tuntutan untuk menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), mendorong pengesahan UU Perampasan Aset, mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utama sesuai tugas dan kewenangannya, menurunkan harga BBM nonsubsidi, menstabilkan nilai tukar rupiah, serta mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat.

Keterangan gambar, Sejumlah mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pemuda, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/08)

Presiden Prabowo Subianto berencana menggratiskan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN). Bagaimana reaksi sejumlah mahasiswa yang biasa bayar kuliah dengan banting tulang, bahkan tak jarang gagal meneruskan kuliah? Apakah wacana ini realistis di tengah ruang fiskal yang sempit?

Anggaran yang dibutuhkan untuk menggratiskan uang kuliah diperkirakan Rp94 triliun untuk lebih dari 2,8 juta mahasiswa.

Menurut pengamat pendidikan, anggaran pemerintah sebenarnya cukup untuk menggratiskan uang kuliah. Asalkan tidak “disunat” untuk pembiayaan program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan biaya kementerian atau lembaga yang tak berhubungan dengan pendidikan.

Opsi lainnya, menggenjot penerimaan negara lewat pajak, cukai dan mengurangi kebocoran pendapatan.

Sasarannya, “wajib pajak terutama yang kalangan atas dan yang perusahaan-perusahaan besar, termasuk multinasional yang masih belum menjalankan kewajibannya,” kata ekonom.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *