Korupsi BNPB: Mengapa anggaran bencana selalu dimaling?


Banjir Aceh

Keterangan gambar, Korban banjir di Aceh pada 2018.

Dugaan korupsi dana siap pakai untuk kebencanaan yang belakangan menyeruak kian memperpanjang rantai masalah di sektor ini. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh korban bencana. Sejumlah pakar menilai salah satu penyebabnya ialah paradigma bencana sebagai lumbung keuntungan.

Sejarah penanganan bencana di Indonesia tak pernah lepas dari berbagai kasus korupsi, mulai dari tsunami Aceh dan Nias, likuifaksi di Palu, hingga gempa di Lombok.

Di antara tumpukan praktik culas itu, nama high profile turut terseret, seperti menimpa mantan Menteri Sosial era kepemimpinan Joko Widodo (2014-2024), Juliari Batubara. Pada 2020, Juliari dicokok aparat penegak hukum lantaran kedapatan menerima suap bantuan sosial untuk pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 sendiri pernah ditetapkan pemerintah sebagai bencana nasional.

Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini mengajar di Universitas Hasanuddin, Makassar, Laode M. Syarif, menyatakan kasus korupsi di ranah kebencanaan mempunyai pola yang senantiasa berulang.

“Jadi karena (memakai skema) penunjukan langsung (untuk pengadaan barang atau jasa), dan kemudian pengawasannya enggak jalan,” tegasnya.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *