Karhutla 2026: ‘Karhutla sudah memakan korban, suami saya’ – Api membara di kawasan gambut Kalimantan, siapa yang harus disalahkan?


Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Keterangan gambar, Relawan pemadam kebakaran berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Rabu (9/9/2026).

Kebakaran hutan dan lahan tahun ini, yang disebut sebagai salah satu yang terparah dalam lebih dari satu dekade, tak hanya menghanguskan ratusan ribu hektare lahan, tapi juga menimbulkan kerugian materi hingga merenggut nyawa.

Di tengah duka dan kemalangan korban terdampak, telunjuk pun mengarah kepada pemerintah, karena dianggap gagal memitigasi karhutla—salah satunya dengan “membubarkan” Badan Restorasi Gambut dan Mangrove pada akhir 2024.

Tugas memulihkan gambut yang rusak akibat kebakaran lantas dilimpahkan ke kementerian terkait. Namun, bagi pegiat lingkungan, keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut adalah “kesalahan” yang harus dibayar mahal.

Relawan yang meregang nyawa, hingga petani buah merugi ratusan juta

“Seandainya waktu bisa diulang, kalau tahu kejadiannya seperti ini… saya akan melarang suami ikut jadi relawan,” tutur Wahidah mengenang kepergian sang suami, Akhmad Rizani.

Akhmad Rizani adalah Ketua Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *