Isu Papua kembali muncul di PBB, akankah hentikan konflik bersenjata?


Papua

Keterangan gambar, Ilustrasi. Mahasiswa asal Papua berdemonstrasi di Jakarta, 15 Agustus lalu.

Tiga kepala negara dari kawasan Pasifik membicarakan dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua pada Sidang Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, akhir September lalu. Indonesia menanggapinya dengan klaim bahwa pemerintah menanggapi kasus dugaan pelanggaran HAM “secara serius”.

Kemunculan isu Papua di PBB terjadi setelah rentetan kasus kekerasan bersenjata yang menyasar warga sipil dalam tiga bulan terakhir.

Tiga aparatur sipil negara tewas ditembak kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Wamena, 9 September lalu. Kemudian, enam warga sipil di Distrik Samboga, Yahukimo, ditembak aparat militer dan kepolisian, menurut Persekutuan Gereja-gereja Yahukimo pada 22 September.

Di Maybrat, tiga warga diduga ditembak militer, empat hari sebelum peringatan kemerdekaan Indonesia, merujuk penelusuran anggota anggota DPRD setempat dan kelompok advokasi sipil. Sejak 2021, masyarakat di berbagai distrik di Maybrat mengungsi karena konflik bersenjata.

Pada Juli lalu, kematian sejumlah warga sipil juga terjadi di Intan Jaya akibat kekerasan bersenjata. Tidak ada pelaku yang dibawa ke meja hukum hingga saat ini.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *