Prabowo naikkan tukin pegawai Kemhan dan prajurit TNI, tapi ‘tidak ada uang’ naikkan gaji guru


Presiden Prabowo Subianto (ketiga dari kiri) diapit oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri), Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kedua dari kiri), dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (tengah) di Akademi Militer saat kegiatan pembekalan kabinet di Magelang, Jawa Tengah, Oktober 2024.

Sumber gambar, AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Presiden Prabowo Subianto (ketiga dari kiri) diapit oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri), Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (kedua dari kiri), dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (tengah) di Akademi Militer saat kegiatan pembekalan kabinet di Magelang, Jawa Tengah, Oktober 2024.

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 10 menit

Keputusan Presiden Prabowo Subianto menaikkan tunjangan kinerja (tukin) pegawai Kementerian Pertahanan dan prajurit TNI dinilai kontradiktif dengan pengakuannya yang menyebut pemerintah tidak punya uang untuk menaikkan gaji guru maupun pegawai negeri sipil.

Sejumlah pengamat birokrasi memandang kenaikan tukin aparatur pertahanan penting, namun tidak mendesak jika dibandingkan dengan peningkatan kesejahteraan guru-guru.

Sebab, dalam perspektif pembangunan jangka panjang, investasi pada guru merupakan investasi terhadap kualitas sumber daya manusia yang manfaatnya jauh lebih luas.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan pemerintah memutuskan menaikkan tukin pegawai Kemenhan dan prajurit TNI karena sejak 2018 tidak mengalami penyesuaian.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *