Nasib buram pasar saham Indonesia usai pengumuman MSCI


Pasar saham Indonesia

Keterangan gambar, Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10).

Pasar modal Indonesia berpeluang turun kelas setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi terhadap pelaku pasar tentang perubahan klasifikasi. Untuk kali kedua, pengumuman dari MSCI menjadi sorotan. Apa dampaknya bagi mereka, ‘orang-orang biasa,’ yang menabung saham?

Ancaman turun kelas itu dianggap tidak main-main oleh sejumlah analis. Dari semula Indonesia berstatus emerging market, konsultasi oleh MSCI berpotensi membawa ke posisi standalone market.

Secara umum standalone market dapat dimaknai sebagai pasar saham yang tidak memenuhi standar aksesibilitas maupun likuiditas pasar global, sehingga dia dikecualikan dari indeks utama.

Peringatan ihwal penurunan status sering kali dipicu tata kelola pasar modal, dan ini berlaku pula bagi Indonesia. MSCI menilai pasar modal Indonesia dibayangi persoalan seperti transparansi kepemilikan saham di bursa efek.

Kalau memang predikat Indonesia berubah ke standalone market, maka “berisiko mengalami arus keluar dana asing, tekanan jual saham, serta peningkatan volatilitas,” papar Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *