Kebakaran hutan: Relawan pemadam yang mempertaruhkan nyawa demi menjinakkan ‘bom karbon’


Seorang petugas pemadam kebakaran mengenakan seragam merah dengan bendera Indonesia di lengannya serta penutup leher berwarna kuning dan hijau yang menutupi sebagian wajahnya. Ia berdiri di tengah hutan dan menatap ke arah kamera.

Sumber gambar, Ahmad Dhani untuk BBC

Keterangan gambar, Fahrin Ramadhianto telah sebulan berjuang memadamkan kebakaran hutan di Kalimantan, dan ia mulai merasakan dampaknya terhadap kondisi tubuhnya.

Langit di Kalimantan tampak semakin kelam, meski bukan karena hujan. Udara berwarna jingga kecokelatan, pekat seperti sirup kental, tertutup selimut asap yang telah melintasi batas negara hingga mencapai Singapura, Manila, dan Kuala Lumpur.

Di permukaan tanah, asap berwarna kelabu terus mengepul dari lapisan gambut yang hangus.

“Rasanya seperti terkena gas air mata,” kata Dwi Sujatmoko.

“Begitu terhirup, langsung menusuk hidung dan membuat mata perih. Kurang lebih seperti itu rasanya,” ujarnya. “Orang-orang bilang kebakaran ini luar biasa karena kobaran api dan asapnya. Dan itu memang benar.”

Relawan pemadam kebakaran berusia 35 tahun itu telah menghabiskan lebih dari sebulan diselimuti kabut asap, menghirup partikel karbon beracun yang telah tersimpan selama ribuan tahun, sambil berjuang menghadapi titik-titik api yang seolah tak kunjung padam.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *