Gunung Anak Krakatau: Bandara Soetta ditutup sementara, mengapa pesawat dilarang terbang saat gunung meletus?


Calon penumpang berada konter lapor diri di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). Berdasarkan Notice To Airmen atau NOTAM yang dikeluarkan AirNav Indonesia, Bandara Soekarno Hatta ditutup sementara untuk seluruh aktifitas penerbangan karena adanya indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Keterangan gambar, Calon penumpang berada konter lapor diri di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (06/09).
Telah diterbitkan

Waktu membaca: 8 menit

Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara dari aktivitas penerbangan imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Mengapa pesawat dilarang terbang saat gunung meletus?

Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara segala penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), pada Minggu (06/09).

“Berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara dari pukul 01.30 WIB s.d. 09.30 WIB, ” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Lukman F. Laisa, dalam siaran pers, Minggu (06/09).

Penutupan wilayah udara itu, kata Lukman, dilakukan karena adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area Bandar Soekarno-Hatta.

Penutupan itu kemudian berdampak pada 209 penerbangan dan 22.798 penumpang di Bandara Soetta.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *