Erupsi Gunung Anak Krakatau: Apa saja potensi dampak dan mitigasi bencananya?


Krakatau

Sumber gambar, Gallo Images/Orbital Horizon/Copernicus Sentinel Data 2026

Keterangan gambar, Aktivitas Gunung Anak Krakatau terekam dalam bidikan sarelit, 15 Juli 2026

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi selama 4-6 September 2026 mengakibatkan sebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah Jawa dan Sumatra. Berbagai dampak berpotensi terjadi mengingat turunnya abu vulkanik bisa berlangsung hingga beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi lagi pada Minggu (06/09) pukul 07.10 WIB dengan durasi 16 detik yang tercatat di seismograf.

Sebelumnya, erupsi berdurasi 30 detik terekam juga pada pukul 03.53 WIB.

Analisis citra satelit pada Minggu (06/09), pukul 08.00 WIB, pun menunjukkan ada dua klaster sebaran abu vulkanik.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani menjelaskan klaster pertama berkaitan dengan abu vulkanik pada ketinggian hingga 20.000 kaki yang bergerak ke arah timur laut hingga selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan perairan sekitarnya.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *