Cuaca: Panas ekstrem di Afrika, bahkan unta menderita


Tampilan dekat seekor unta di sebelah kiri dengan bibir yang tampak mengerucut saat tiba di tempat minum selama kekeringan di dekat perbatasan Kenya-Ethiopia. Di sebelah kanan, tampak samar seekor unta lain.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Para penggembala ternak di kawasan Tanduk Afrika dan Afrika Utara telah beralih ke unta selama bertahun-tahun karena ketahanan hewan ini di cuaca panas.

Unta terkenal sebagai hewan gurun. Namun panas yang sangat ekstrem di Afrika dalam beberapa tahun terakhir membuat hewan tangguh itu kewalahan menghadapi dampak suhu yang terus meningkat.

Wilayah Afar di bagian timur laut Etiopia adalah salah satu tempat terpanas dan terkering di Bumi. Di kawasan itulah para nomaden sering memimpin rombongan unta guna mengangkut garam melintasi gurun.

Namun, ada yang berbeda akhir-akhir ini.

“Dalam sebulan terakhir saya kehilangan delapan anak unta karena panas ekstrem. Kondisinya menjadi jauh lebih intens dan sulit,” kata Ali Umer, seorang penggembala unta dari Semera di Afar, kepada BBC.

“Bahkan angin yang dulu membawa udara sejuk kini membawa panas,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia telah memperhatikan perubahan suhu yang drastis ini dalam beberapa tahun terakhir.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *