Sekolah Rakyat hampir setahun berjalan, mengapa muncul seruan agar dibenahi?


Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kekayaan negara harus dijaga untuk memastikan masyarakat dapat hidup dengan layak dan sejahtera, salah satunya lewat jalur pendidikan.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Keterangan gambar, Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kiri) menyapa siswa saat melakukan peninjauan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, Minggu (07/06).

Telah diterbitkan

Waktu membaca: 9 menit

Sejumlah kalangan mendorong agar Sekolah Rakyat (SR) “ditata ulang” agar dapat menjangkau anak putus sekolah lebih banyak dan tidak menjadi “kosmetik-kosmetik yang menguntungkan elite”.

Anak-anak di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan, Bali, menyambut antusias kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam publikasi media milik negara, Minggu (08/06).

Mata mereka berbinar-binar di atas panggung, mengapresiasi orang nomor satu di Indonesia karena “memberikan sekolah pada kami, makanan, bangunan, guru-guru, dan harapan”.

“Terima kasih telah menunjukkan masa depan Indonesia milik seluruh anak (Indonesia),” kata seorang murid di hadapan Presiden Prabowo.

Anak-anak lainnya menyampaikan cita-citanya secara terbuka. Ada yang ingin menjadi guru tari, membuka bisnis di luar negeri, sampai menjadi menteri pendidikan.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *