Aksi main hakim sendiri di Jakarta dan Bali – Mengapa tak bisa disebut masalah sepele?


Warga terlihat melempari bangunan yang terbakar saat bentrokan di Jalan Tambak I, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/07).

Sumber gambar, Tribunnews.com

Keterangan gambar, Warga terlihat melempari bangunan yang terbakar saat bentrokan di Jalan Tambak I, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/07).

Sejumlah kasus amuk massa yang mengakibatkan korban jiwa dalam beberapa hari terakhir disebabkan “persoalan sepele”, tapi dikhawatirkan bisa meluas jika tidak ada upaya pencegahan yang memadai.

Kericuhan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pecah pada Minggu (26/07). Seorang pria berusia 23 tahun meninggal dan satu orang lainnya kritis. Di media sosial, peristiwa ini dibumbui dengan identitas etnis tertentu.

Di tempat terpisah, pria pencuri ayam di Kabupaten Tabanan, Bali meninggal setelah dikeroyok massa. Polisi menangkap lima tersangka yang diduga terlibat dalam kejadian itu.

Menurut pakar hukum, dua kasus ini mencerminkan krisis kepercayaan terhadap penegakan hukum. Dampaknya, main hakim sendiri menjadi pilihan instan warga mencari keadilan.

Banyak kasus kriminal umum terakumulasi karena tidak ditindaklanjuti aparat penegak hukum, sementara publik terus dipertontonkan aparat-aparat yang terlibat masalah hukum.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *