Ratusan makam tertimbun longsor di Aceh Tengah, warga berjuang mencari pusara keluarga


Faruq.

Sumber gambar, Iwan Bahagia

Keterangan gambar, Muslim Al Faruq Daulay di depan lokasi yang diduga tempat orangtuanya dimakamkan.

Batang-batang kayu dan bambu tersebar di atas hamparan tanah cokelat di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Bagi orang awam, gundukan-gundukan itu mungkin terlihat seperti bekas longsor yang mulai mengering.

Namun di bawah timbunan tanah tersebut, ratusan orang kerabat warga Aceh Tengah bersemayam.

Sekitar 500 makam di tiga kompleks pemakaman warga Mendale, yakni Belacan, Bebuli, dan Lukub Tungel, masih tertimbun material longsor—hampir delapan bulan setelah banjir bandang dan longsor melanda Aceh Tengah pada akhir November 2025. Banyak nisan hilang. Sebagian makam tak lagi bisa dikenali.

Bagi warga Mendale, longsor menghilangkan tempat mereka berziarah dan mengenang orang tua, pasangan, serta leluhur yang telah lebih dulu pergi.

Sejak bencana terjadi, para keluarga berusaha mencari sendiri lokasi makam yang hilang. Mereka mengandalkan ingatan dan petunjuk seadanya untuk menebak keberadaan pusara kerabat mereka.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *