Pulau Buru: Kisah puluhan ribu tahanan politik dijadikan tenaga kerja paksa militer


Pulau Buru

Keterangan gambar, Para tahanan di Pulau Buru sedang bekerja.

Pulau Buru dibangun dengan kontrol yang kuat dari militer. Para tahanan politik bekerja dalam kerangka melayani kepentingan tentara. Pembersihan ideologi lantas dipakai sebagai landasan untuk memperkuat motif lainnya: penguasaan ekonomi serta sumber daya alam.

Sukiman menginjakkan kaki di Pulau Buru pada 1969, selepas empat tahun berpindah dari satu penjara ke penjara. Pertama kali terseret arus peristiwa 1965, Sukiman dipanggil untuk datang ke kantor kelurahan di Yogyakarta—tempat tinggalnya. Waktu itu, usianya baru genap dua dekade.

Petugas kelurahan memberitahu bahwa akan ada apel yang perlu dituntaskan. Sukiman tidak berpikir macam-macam. Dia membayangkan segera pulang ke rumah begitu kegiatan selesai.

Bukan rumah, melainkan penjara, adalah tujuan Sukiman usai apel di kelurahan. Tubuhnya didorong oleh tangan-tangan aparat agar naik ke sebuah truk pengangkut. Sukiman terpaksa mematuhi serta tak banyak melemparkan pertanyaan. Roda-roda truk lantas bergerak ke Wirogunan. Di sana, Sukiman ditahan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *