Papua: Pembunuhan warga sipil karena dituduh mata-mata – Jejak panjang perang gerilya di Papua, Aceh dan Timor Timur


papua

Sumber gambar, Front Justice For Tobias Silak

Keterangan gambar, Kelompok mahasiswa Papua di Makassar menggelar aksi solidaritas untuk warga sipil korban penembakan aparat di Yahukimo, Tobias Silak.

Tiga warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, ditembak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) setelah dituduh menjadi mata-mata bagi militer Indonesia. Dalam perang gerilya, tudingan semacam itu kerap dilontarkan dan warga sipil yang menanggung bahayanya.

Dua di antara korban tembakan oleh TPNPB-OPM tersebut adalah pasangan suami-istri, Yantinus Kogoya serta Shelly Wenda. Identitas satu korban lainnya belum terkonfirmasi sampai berita ini dipublikasi.

Penembakan ini dilakukan pasukan di bawah pimpinan Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopitua Heluka, sekitar Senin (20/07). Dalam keterangan resminya, TPNPB menuding Yantinus dan Shelly “benar-benar agen intelijen militer pemerintah Indonesia.”

Yantinus, Kopitua menuduh, pernah membawa masuk tentara Indonesia menggunakan pesawat serta mobil ke markas TPNPB melalui jalur Trans Papua. Atas kejadian itu, klaim Kopitua, “sejumlah pasukan TPNPB ditembak mati dan terkena serangan bom”.

TNI, melalui Komando Operasi Habema, menyangkal tuduhan tersebut. Mereka mengeklaim Yantinus dan Shelly merupakan warga sipil. TNI menyebut telah mengevakuasi keduanya, dan masih mencari satu orang lainnya yang juga ditembak TPNPB.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *