Kasus Yogi dan masalah akses internet warga Kepulauan Mentawai


Warga menggunakan Sikakap Online.

Keterangan gambar, Seorang warga di Desa Sinangka, Kepulauan Mentawai, menggunakan telepon genggam dengan jaringan internet Sikakap Online.

Jam menunjukkan pukul delapan malam ketika Yesmidi Herita Fatmawati Harefa menekan tombol kirim pesan WhatsApp dari rumahnya di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Namun, pesan itu baru benar-benar terkirim tujuh jam kemudian, sekitar pukul tiga dini hari.

Bagi guru SDN 42 Sinangka itu, keterlambatan semacam ini bukan hal baru. Dia terbiasa mencari sinyal dengan cara yang tak lazim: memanjat pohon, menyeberang menggunakan rakit, atau mengendarai sepeda motor sejauh puluhan kilometer.

“Kami sangat susah. Apalagi kalau ada tugas atau berkas yang harus dikirim,” kata Yesmidi kepada jurnalis Halbert Caniago yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Pengalaman Yesmidi menggambarkan kenyataan yang masih dihadapi banyak warga Kepulauan Mentawai.

Di tengah angka penetrasi internet nasional yang telah mencapai 81,7%, menurut survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), ratusan permukiman di gugusan pulau terluar Sumatra Barat itu masih bergulat dengan keterisolasian digital.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *