Karhutla: Kualitas udara Banjarbaru masih ‘sangat tidak sehat’ – ‘Melihat kaki saja tidak bisa lihat’


Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Keterangan gambar, Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (02/09).

Kualitas udara di Banjarbaru, Kalimantan Selatan menunjukkan tanda “sangat tidak sehat” dengan polutan utama PM2.5 mencapai 164.9 µg/m³ pada Kamis (03/09) pagi. Banjarbaru merupakan salah satu wilayah atau tiga besar di Kalsel yang mengalami kebakaran lahan terbanyak.

Pantauan BBC News Indonesia, sepanjang perjalanan dari Banjarmasin menuju Banjarbaru, kabut asap putih terlihat menyelimuti jalanan.

Sesampainya di Banjarbaru, bau kabut asap sangat terasa menganggu pernapasan.

Jurnalis BBC Indonesia, Quinawaty Pasaribu yang sudah memakai masker dengan filtrasi tinggi pun masih mencium bau asap sisa kebakaran.

Beberapa warga yang melintas di jalan juga ada yang memakai masker, namun ada juga yang tidak.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *