Demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta sempat ricuh dan jatuh korban – ‘Jangan benturkan mahasiswa dengan kelompok masyarakat’


Aksi Aliansi Mahasiswa UGM di Simpang Gramedia, Yogyakarta pada Selasa (01/09)

Sumber gambar, Tunggul Kumoro Damarjati

Keterangan gambar, Aksi Aliansi Mahasiswa UGM di Simpang Gramedia, Yogyakarta pada Selasa (01/09)

Demonstrasi mahasiswa di Yogyakarta pada Selasa (01/09) sempat memanas ketika muncul kelompok lain yang mengaku sebagai warga. Pimpinan Universitas Gadjah Mada (UGM) menegaskan “mahasiswa itu menyuarakan pikiran dan aspirasinya” sehingga tidak sepatutnya “dibenturkan dengan kelompok masyarakat”.

“Ini adalah bagian dari sikap kritis merespon situasi yang berlangsung di berbagai daerah, baik di tingkat nasional, juga beberapa tempat yang terekspos di media televisi maupun media sosial,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Arie Sujito, Rabu (02/09) di Kampus UGM, Yogyakarta.

“Jadi, jangan benturkan mahasiswa ini dengan kelompok-kelompok masyarakat.”

Aksi yang diikuti sekitar 200 mahasiswa lintas kampus di Yogyakarta ini berlangsung di simpang empat Gramedia, Yogyakarta pada sore hari.

Tuntutan utamanya adalah turunkan Prabowo-Gibran berkaitan dengan berbagai kebijakan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, penanganan bencana, hingga pengusutan tuntas kematian Bambang Setiawan pada 27 Agustus 2026.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *