Sumber gambar, Detikcom/Dok. Istimewa
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 4 menit
Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 yang mengangkut 271 penumpang dan awak kapal dilaporkan terbakar pada Minggu pagi (02/08).
Kapal yang sedang berlayar dari Surabaya menuju Makassar itu mengalami insiden di perairan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Hingga pukul 16.00 WIB, Minggu (02/08), Kantor SAR Surabaya melaporkan insiden itu menyebabkan lima orang meninggal dunia, 225 orang selamat, dan 41 orang masih dalam pencarian.
Korban selamat dan meninggal dunia itu kini dibawa oleh Kapal Meratus Pematang Siantar, Kapal TB Hasnur 26, Kapal Transco Arafura, Kapal Meratus Project 3, dan Kapal Prakarsa Mas, dan Kapal SC Aila XVII.
Sebelumnya, Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Surabaya Didit Arie Ristandy melaporkan ada puluhan orang yang belum dievakuasi dari total 232 penumpang dan 39 ABK dalam kapal itu.
“Yang pasti sekarang sedang proses evakuasi dan terakhir kami dapat informasi kurang lebih tinggal 40 sampai 45 penumpang yang belum terevakuasi,” kata Didit ke kumparan, Minggu (02/08).
Sumber gambar, Detikcom/Dok Istimewa
Kantor SAR Surabaya menjelaskan bahwa informasi tentang kebakaran itu awalnya diterima oleh perusahaan pelayaran dari nakhoda sekitar pukul 06.00 WIB pagi, Minggu (02/08).
Lalu, lanjut Nanang, Kantor SAR Surabaya mendapatkan informasi pertama kebakaran itu pada pukul 08.24 WIB, dari Syahbandar Tanjung Perak.
Kantor SAR Surabaya lalu berkoordinasi dengan Syahbandar Tanjung Perak untuk memastikan posisi terakhir kapal.
Sekitar pukul 09.45 WIB, petugas di Kapal Meratus Project 3 melaporkan KMP Mutiara Sentosa 2 berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Burung, Sapudi.
Namun, Kapal Meratus Project 3 tidak dapat mendekat karena sedang mengangkut muatan yang mudah terbakar.
Saat laporan diterima, sebagian badan kapal telah terbakar. Dan, para penumpang bertahan di anjungan dan haluan sambil menunggu pertolongan.
Namun, sekitar pukul 10.20 WIB, sejumlah penumpang memutuskan melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
“Beberapa penumpang melompat ke laut dan dievakuasi oleh TB Hasnur 26 dan Kapal British Mentor. Di sekitar lokasi, ada 4 kapal yang merapat,” demikian kata Nanang dalam laporan Kantor SAR Surabaya.
Kantor SAR Surabaya memperkirakan butuh waktu sekitar enam jam untuk mencapai titik kejadian menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi.
Sumber gambar, Kantor SAR Surabaya
Kementerian Perhubungan, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, mengaku fokus melakukan evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal itu.
“Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi dapat berjalan dengan cepat, aman, dan efektif,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud dalam keterangan tertulis.
Masyhud mengatakan, Ditjen Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian, sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Hingga laporan terakhir, proses evakuasi terhadap penumpang masih berlangsung.
Berita ini akan terus diperbaharui.