Hukum: Fakta-fakta penggeledahan polisi terkait korupsi batu bara PLN, Asabri dan Krakatau Steel – Apa yang sejauh ini diketahui?


Penggeledahan di lokasi ke-13 tersebut dalam rangka penyidikan kasus yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel, setelah sebelumnya penyidik melakukan penggeledahan di 12 lokasi berbeda.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Keterangan gambar, Polisi berjaga saat penggeledahan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) di sebuah ruko, Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Jakarta, Kamis (09/07).

    • Penulis, M. Irham
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan

  • Waktu membaca: 13 menit

Penggeledahan polisi di belasan lokasi sejak Rabu (08/07) terkait dugaan korupsi yang melibatkan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel (KS) menjadi isu yang membuat sejumlah pejabat negara buka suara, termasuk Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah yang dikaitkan dalam operasi ini.

Dalam keterangan kepada media, Jumat (10/07), Febrie mengakui salah satu lokasi penggeledahan polisi adalah ‘rumah pribadinya’.

Dari rumah ini, polisi menyita 74 kilogram emas batangan dan sebagian duit dalam pecahan mata uang asing.

Febrie menegaskan, seluruh aset yang disita ini “dapat dipertanggungjawabkan”.

Di sisi lain, ia membantah terlibat dalam lokasi penggeledahan di lokasi lainnya seperti kafe di Cipete, Jakarta Selatan, termasuk dalam kasus batu bara PLN.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *