Energi: ‘Saya kehilangan 15 liter simpanan ASI’ – Konsumen terdampak blackout Batam-Bintan, cukupkah kompensasi berupa diskon tagihan listrik?


Blackout Batam

Keterangan gambar, Salah seorang warga menghidupkan lilin untuk menerangi rumahnya saat mati lampu, Senin, 12 Oktober 2026.

Lebih dari 411.000 pelanggan terdampak ketika sistem kelistrikan Batam dan Bintan lumpuh pada 12 Oktober 2026. Di sejumlah wilayah Batam, listrik baru pulih setelah belasan hingga puluhan jam, sementara sebagian kawasan di Bintan mengalami pemadaman hingga hampir tiga hari.

Dalam rentang waktu itu, warga kehilangan stok ASI yang dikumpulkan selama berbulan-bulan, pelaku usaha kehilangan pendapatan, nelayan gagal menjual hasil tangkapan, dan siswa tidak bisa mengikuti pembelajaran daring.

Di sisi lain, banyak warga mengaku tidak memperoleh informasi yang memadai mengenai penyebab maupun perkembangan penanganan gangguan tersebut.

Di tengah besarnya kerugian yang dialami masyarakat, penyebab pasti blackout masih simpang siur. PLN Batam menyebut indikasi awal gangguan berasal dari masuknya hewan liar ke gardu induk, namun sejumlah warga meragukan penjelasan tersebut.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, yang terpenting saat ini bukan mencari pemicu awal semata, melainkan mengungkap akar masalah melalui investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak berulang.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *