Ekonomi: Fenomena ‘downgrade’ hidup kelas menengah di Indonesia – ‘Bukan malas kerja…


Para komuter pagi di stasiun kereta Manggarai di Jakarta Pusat, Indonesia, pada hari Senin, Oktober. 6, 2025. Cadangan devisa Indonesia turun sebesar $2 miliar karena bank sentral meningkatkan upayanya untuk mempertahankan rupiah yang melemah.

Keterangan gambar, Para komuter pagi di stasiun kereta Manggarai di Jakarta Pusat, Indonesia, pada hari Senin, Oktober. 6, 2025. Cadangan devisa Indonesia turun sebesar $2 miliar karena bank sentral meningkatkan upayanya untuk mempertahankan rupiah yang melemah.

Jurus makan tabungan dan makan hutang yang dilakukan masyarakat sudah tak mempan, maka ‘downgrade’ hidup jadi pilihan bertahan saat hasil kerja mati-matian tak sepadan.

Dari memindahkan sekolah anak yang biayanya lebih terjangkau, bermigrasi ke kota lain, berganti jenis bahan bakar, menjual kendaraan, hingga memutuskan oper kredit cicilan rumah impian demi bertahan hidup dan punya bantalan finansial sebagai jaring aman.

Itulah yang diungkapkan tiga orang warga Indonesia, masing-masing ibu rumah tangga, sopir ojek daring, serta seorang pekerja swasta, kepada BBC News Indonesia.

Rahman, sopir ojek online, berkata dengan getir: “Narik dari jam lima pagi sampai jam lima sore itu dapat Rp150.000. Bawa pulang Rp100.000 buat makan sama anak di rumah. Rp50.000 untuk bensin… “

Sera Diaz, ibu rumah tangga dengan dua anak, mengaku “kami mulai ambil pinjol untuk menutupi kebutuhan, dan mencoba membuka usaha kue dengan modal dari warisan suami. Tapi enggak berjalan baik…”



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *