Karya seni: Bagaimana Aphrodite, dewi Yunani kuno, menjadi simbol cinta dan seks yang kontroversial?


sejumlah pengunjung menikmati karya seni Lely's Venus (Aphrodite)—sebuah artefak bersejarah di British Museum, UK.

Keterangan gambar, sejumlah pengunjung menikmati karya seni Lely’s Venus (Aphrodite)—sebuah artefak bersejarah di British Museum, UK.

Karya seni yang menggambarkan Aphrodite—dewi cinta dan kecantikan Yunani kuno—telah lama dicap sebagai karya yang tidak senonoh dan mengobjektifikasi tubuh perempuan. Bagaimana sosok ini bisa menjadi salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah seni?

Ketelanjangan Aphrodite (atau Venus, sebagaimana ia dikenal oleh bangsa Romawi kuno) telah menjadi bahan perdebatan selama berabad-abad.

Pada tahun 1880, penulis Mark Twain menyebut Venus of Urbino karya Titian (1534) sebagai “lukisan paling menjijikkan, paling hina, dan paling tak senonoh yang dimiliki dunia”.

Pada tahun 1914, aktivis hak pilih perempuan bernama Mary Richardson merusak Rokeby Venus karya Diego Velázquez (sekitar tahun 1647–1651) menggunakan pisau daging —setidaknya tiga kali—di tengah National Gallery, London.

“Saya tidak suka melihat pengunjung laki-laki yang terus-menerus menatap lukisan itu dengan pandangan penuh nafsu sepanjang hari,” demikian salah satu penjelasannya di kemudian hari.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *