Gempa: Dua bulan pascagempa, warga NTT masih hidup dalam kondisi darurat


Tenda darurat SD Negeri Kaburea, Desa Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, 30 September 2026.

Keterangan gambar, Guru dan murid mengikuti kegiatan belajar mengajar di tenda darurat SD Negeri Kaburea, Desa Tendakinde, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, 30 September 2026.

Hampir dua bulan sejak gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus lalu, pemerintah menyatakan penanganan pascabencana telah memasuki fase pemulihan dan rekonstruksi. Namun di wilayah yang paling terdampak, kehidupan sehari-hari masih berlangsung dalam kondisi darurat.

Tak lama setelah gempa terjadi di NTT, pemerintah menjanjikan akan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, bantuan logistik tersalurkan, dan layanan pendidikan tetap berjalan.

Namun, ketika jurnalis yang melaporkan untuk BBC News Indonesia mengunjungi sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai Timur dan Nagekeo pada pertengahan bulan September, pemulihan belum sepenuhnya terwujud.

Kegiatan sekolah masih berlangsung di tenda, pelayanan kesehatan masih dilakukan dari tenda darurat, sementara ratusan keluarga tetap mengungsi sambil menunggu hunian sementara dan kepastian bantuan untuk membangun kembali rumah mereka.

Di sejumlah tempat, proses pemulihan juga berjalan lebih lambat akibat keterbatasan akses, persoalan distribusi, dan proses verifikasi kerusakan yang belum selesai.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *