Kesehatan: Vape picu diabetes, menurut studi BRIN


Pria yang sedang memakai vape

Keterangan gambar, Pengguna terbesar vape berada pada rentang usia 18-59 tahun, menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Di tengah anggapan umum bahwa vape atau rokok elektrik ‘lebih aman’ daripada rokok konvensional, hasil studi awal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) justru menemukan pemakaian vape berpotensi memicu diabetes dan gangguan pankreas.

Ini menjadi peringatan bagi para pengguna usia muda mengingat efeknya bersifat akumulatif jangka panjang.

Selama ini, sejumlah riset sudah mengulas mengenai dampak vape pada paru-paru, jantung, hingga menjadi penyebab kanker. Sedangkan potensi diabetes akibat vape, risetnya masih sangat terbatas.

Namun dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Selasa (29/09), Kepala BRIN, Arif Satria, memaparkan bahwa paparan vape berpotensi juga mengganggu produksi insulin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah.

“Dampak terhadap diabetes itu sampai 100 persen. Jadi memang dampaknya serius sekali vape itu,” ujar Arif di hadapan para wartawan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *