Masyarakat Aceh tuntut penyelidikan independen ‘aksi kekerasan TNI’ di Pidie yang berujung kematian warga – ‘Mengapa anak saya dibunuh’


Selongsong peluru yang ditemukan warga di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Pidie, setelah insiden penembakan, Rabu (04/11).

Keterangan gambar, Selongsong peluru yang ditemukan warga di Meunasah Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Pidie, setelah insiden penembakan, Rabu (04/11).

Berbagai pihak di Aceh, mulai mahasiswa, orang tua korban penembakan, kelompok sipil, hingga gubernur, menuntut penyelidikan transparan dan independen terkait insiden penembakan di Pidie, Aceh, yang menewaskan seorang warga sipil dan melukai belasan lainnya.

Mereka juga menilai perbedaan pendapat pemerintah pusat dengan masyarakat Aceh seputar bendera bulan bintang semestinya diselesaikan melalui dialog dan tidak dengan kekerasan.

Pemerintah pusat, melalui Menteri Koordinator bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, berjanji akan menyelidiki kasus tersebut.

Insiden penembakan ini terjadi setelah pasukan TNI melarang pengibaran bendera bulan bintang oleh sebagian warga di acara Maulud Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, pada Rabu (04/11).

Keterangan yang dihimpun BBC News Indonesia menyebutkan, warga tetap mengibarkan bendera bulan bintang di kompleks masjid setempat, yaitu lokasi acara tersebut.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *