Komis Pencari Fakta dan kerusuhan Agustus 2025: ‘Akumulasi kemarahan publik dan pola operasi mirip peristiwa Malari 1974’


Seorang demonstran perempuan memukul petugas polisi dengan tongkat bambu yang diikatkan bendera Indonesia saat aksi demo 28 Agustus 2025.

Sumber gambar, BAY ISMOYO/AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang demonstran perempuan memukul petugas polisi dengan tongkat bambu yang diikatkan bendera Indonesia saat aksi demo 28 Agustus 2025.

    • Penulis, Raja Eben Lumbarau
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia

    • Penulis, Riana A Ibrahim
  • Waktu membaca: 21 menit

Komisi Pencari Fakta (KPF) yang dibentuk oleh KontraS, YLBHI, dan LBH Jakarta menemukan bahwa rangkaian aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu merupakan akumulasi kemarahan publik atas ketegangan elite, tarik-tambang kekuasaan dan tekanan ekonomi.

Fakta itu didapat KPF dari proses investigasi independen dan intelijen sumber terbuka (OSINT) selama lima bulan, dari September 2025 hingga Februari 2026, terhadap 115 Berita Acara Pemeriksaan (BAP), lebih dari 60 informan dan saksi.

Tim juga melakukan penelusuran dokumen hukum, forensik digital, foto kejadian, dan analisis peristiwa dari berbagai sudut pandang di 14 kota, delapan provinsi, dan mencakup empat negara.

“Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, pembakaran, dan penjarahan, tetapi juga memicu gelombang penangkapan massal, kriminalisasi aktivis, serta penyempitan ruang sipil yang belum sepenuhnya dijawab oleh negara,” kata Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/02).

Selain itu, KPF juga menemukan adanya pola eskalasi yang terstruktur dan pergerakan massa yang sengaja terarah.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *