Kesehatan: Teka teki kematian ilmuwan Rusia di pusat penelitian wabah pes di Siberia


Dua petugas kesehatan masyarakat menyuntikkan bakteri penyebab pes, Yersinia pestis, ke seekor marmot dan seekor hewan pengerat kecil yang tidak teridentifikasi dalam sebuah penelitian di San Francisco, California, pada 1965. (Foto: Smith Collection/Gado/Getty Images, gambar milik CDC)

Keterangan gambar, Ilustrasi: Dua petugas kesehatan masyarakat menyuntikkan bakteri penyebab pes, Yersinia pestis, ke seekor marmot dan seekor hewan pengerat kecil yang tidak teridentifikasi dalam sebuah penelitian di San Francisco, California, pada 1965.

Media Rusia melaporkan pekan lalu bahwa hampir 200 orang yang diketahui pernah melakukan kontak dengan perempuan yang meninggal itu berada dalam pemantauan medis sebagai langkah pencegahan.

Dalam perkembangan terbaru, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tengah “mencermati dengan sangat serius” kasus seorang teknisi laboratorium Rusia yang meninggal di sebuah pusat penelitian wabah pes di Siberia.

Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan Washington memantau perkembangan kasus tersebut dengan saksama di tengah kekhawatiran bahwa insiden itu dapat menyebabkan penyebaran pes pneumonik.

Namun, ia mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir.

Perempuan yang meninggal itu, yang disebut media Rusia bernama depan Daria dan berusia akhir 20-an, baru-baru ini mengunjungi wilayah Buryatia di perbatasan dengan Mongolia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *