Kesehatan mental: Stres dan frustrasi gara-gara negara sampai ke psikolog


Foto simbolis tentang masalah kesepian di antara wanita. Siluet seorang wanita muda menonjol di dinding putih pada 22 Agustus 2024 di Berlin, Jerman.

Sumber gambar, Photothek via Getty Images

Keterangan gambar, Foto ilustrasi tentang masalah kesehatan mental.

  • Waktu membaca: 15 menit

Hari-hari sebagai mahasiswa di Australia dilalui Veliana Webri seperti biasa. Pergi ke kampus, mengikuti kelas, bertemu teman, dan berbagai kegiatan lain. Namun tiba-tiba mimpi buruk pada malam hari kerap mengganggu tidurnya. Bayangan banjir, penebangan pohon, hingga ketakutan berulang-ulang hadir di mimpi dan membuatnya selalu terbangun.

“Kadang mungkin hubungannya dengan rasa takut, misalnya dikejar monster atau apa yang kadang itu nonsense,” ujar Webri kepada BBC News Indonesia.

“Ada juga saat pikiran tidak mau diam, secara impulsif saya akan baca sesuatu yang hubungannya dengan project saya kalau pulang atau cari grant supaya kalau pulang bisa melakukan ini itu. Jadi, hidupnya seperti dalam mode survival karena kepikiran ketika saya balik (ke Indonesia) saya survive enggak? Saya bisa hidup enggak?”

Akibat dari mimpi buruk dan pikiran yang selalu bekerja itu, perlahan berdampak pada hasil belajar dan kesehatannya.

“Siangnya saya lemas karena kurang tidur. Kurang fokus jadi tugas bermasalah dan nilai tidak memuaskan. Akhirnya, saya ke psikolog karena berantai efeknya dan saya belum menyadari saat itu bahwa saya punya climate anxiety,” tutur Webri yang merupakan penyintas banjir Pacitan 2017 dan kerap terpantik dengan isu lingkungan yang terjadi di Indonesia.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *