Kebakaran: Bagaimana warisan Orde Baru memicu karhutla di Kalimantan?


Karhutla

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Auliya Rahman

Keterangan gambar, Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan di Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (11/8/2026).

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan menyentuh ribuan titik per bulan ini. Faktor alam, seperti El Niño Godzilla, disebut-sebut sebagai pemicu utama. Namun, dengan melihat sejarah, fenomena alam bukan satu-satunya penyebab.

Satu riset menyatakan bahwa kemunculan karhutla di Kalimantan tak dapat dilepaskan dari pola pembangunan ekonomi, tepatnya sejak Orde Baru berkuasa.

Ketika pendapatan negara dari sektor minyak bumi dan gas (migas) menurun pada awal 1980-an, pemerintah banting setir dengan menggenjot perekonomian berbasis sumber daya alam. Pemerintahan Soeharto kemudian bertumpu pada hutan-hutan di Indonesia, termasuk di Kalimantan.

Di Kalimantan, hutan-hutan tropis berubah menjadi konsesi kayu, kertas, hingga kelapa sawit. Atas nama pembangunan nasional, izin diberikan secara masif.

Dari pihak pemerintah sendiri, Kalimantan turut menarik perhatian mata dalam rangka mendukung kebijakan bernama ketahanan pangan. Hanya beberapa tahun sebelum lengser, Soeharto memutuskan untuk menyulap satu juta hektare lahan gambut ke bentuk persawahan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *