Film Na Willa: Merekam dunia yang luas dari jendela kecil anak-anak


Adegan dalam film Na Willa

Sumber gambar, Visinema Pictures

Keterangan gambar, Na Willa dan tiga sahabatnya: Farida, Dul, dan Bud. Mereka bermain di rumah Na Willa.

  • Waktu membaca: 13 menit

“Aku mau besok, besok, besoknya lagi beginiiii terus.”

Begitu kata Na Willa. Hidup terasa penuh dan menggembirakan baginya selama ada Mak dan Pak, sahabat-sahabatnya, Mbok, buku-buku, serta ikan bandeng goreng favoritnya.

Berbekal bahagia tersebut, anak perempuan berusia enam tahun itu merekam Surabaya pada akhir 1960-an menggunakan lensanya.

Gang Krembangan yang hanya muat dilalui becak dan sepeda onthel menjadi area leluasa penuh tantangan, apalagi saat kereta lewat di ujung gang. Tanah lapang yang hanya berisi rerumputan dan sebuah pohon rindang pun tak pernah membosankan sepanjang bisa bermain balap lari, layang-layang, atau kelereng bersama sahabat.

Bahkan Pasar Krembangan yang sejatinya riuh dan panas mendadak bersolek bak taman bermain warna-warni sehingga Na Willa tak pernah rela melewatkan momen ke pasar bersama Mak. Dari melihat banyak hal menarik, merasakan sensasi asyik ketika membenamkan tangan di dalam kacang hijau karungan yang dijajakan di Kios Mien, hingga dapat hadiah minuman bersoda dari Cik Mien yang rasanya ‘nyekrusss‘.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *