Bansos: Mengapa desil picu polemik di masyarakat?


Seorang warga menunjukkan uang dana Jaminan Hidup yang di salurkan melalui kantor Pos Indonesia, Aceh Utara, Sabtu (22/08).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Rahmad

Keterangan gambar, Seorang warga menunjukkan uang dana Jaminan Hidup yang di salurkan melalui kantor Pos Indonesia, Aceh Utara, Sabtu (22/08).

Perubahan desil membuat sekelompok masyarakat, dari tukang becak, pedagang asongan, pengidap gagal ginjal, hingga mahasiswa, tak lagi mendapat perlindungan sosial dari negara, seperti bantuan sosial, jaminan kesehatan hingga beasiswa pendidikan.

Bagaimana kisah mereka dan mengapa desil menimbulkan polemik serta mengubah total kehidupan sejumlah warga?

Moh. Saleh, 69 tahun, adalah warga Desa Teja Barat, Pamekasan, Jawa Timur. Sehari-hari, dia mengayuh becak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Selama hampir seharian di jalanan, Moh Saleh dapat mengantongi sekitar Rp30.000-Rp50.000.

Bagi Saleh, penghasilan itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagai tambahan, dia biasanya menunggu bantuan sosial (bansos) dari negara.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *