Lingkungan: Kisah mereka yang hidup di dekat pusat data raksasa – ‘Saya tak bisa minum airnya’


Pusat data AS

Keterangan gambar, Kawasan pusat data milik Meta.

    • Penulis, Michelle Fleury dan Nathalie Jimenez
  • Telah diterbitkan

  • Waktu membaca: 6 menit

Pembangunan masif pusat data merupakan respons dari kemajuan teknologi. Tapi, masyarakat di sekitar lokasi justru menanggung beban yang tidak sedikit.

Ketika Beverly Morris pensiun pada 2016, dia mengira telah menemukan rumah impiannya—sebuah kawasan pedesaan yang tenang di Georgia, dikelilingi pepohonan dan keheningan.

Kini, kenyataannya jauh dari itu.

Hanya berjarak 360 meter dari teras depan rumahnya di Mansfield, Georgia, berdiri sebuah bangunan besar tanpa jendela yang dipenuhi server, kabel, serta lampu yang berkedip-kedip.

Itu adalah pusat data—salah satu dari sekian banyak pusat data yang bermunculan di kota-kota kecil Amerika Serikat, dan di seluruh dunia, untuk mendukung segala hal mulai dari perbankan online hingga alat kecerdasan buatan seperti ChatGPT.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *