MBG: Gelombang penolakan MBG dari wali murid dan guru makin kuat setelah rentetan kasus keracunan


Penolakan MBG mulai marak di sekolah-sekolah imbas rentetan kasus keracunan.

Sumber gambar, MBG Watch

Keterangan gambar, Protes tolak MBG di depan kantor BGN pada Jumat (11/09).

    • Penulis, Silvano Hajid
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Telah diterbitkan

  • Waktu membaca: 9 menit

Gelombang penolakan terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) dari wali murid dan guru makin marak setelah rentetan kasus keracunan. Ada yang buka suara secara terang-terangan, melaporkan secara anonimitas atau lewat rekan, dan membentuk aksi nyata “bawa bekal dari rumah”.

Baru-baru ini, foto dan video sejumlah sekolah yang mulai menolak MBG berseliweran di banyak akun di media sosial. Pesan utamanya, MBG yang baru dikirim itu sudah tidak layak makan.

Di sejumlah daerah, sekolah dan orang tua murid kompak menolak MBG usai mengalami keracunan massal.

Dalam kasus lainnya, para guru ikut buka suara. Mereka melakukan pemungutan suara di sekolah untuk orang tua murid: menghentikan atau melanjutkan MBG.

Pada kesempatan lain, sebagian orang tua juga memulai gerakan bawa bekal dari rumah, agar anak-anak mereka tidak berakhir di rumah sakit.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *