Ekonomi: Utang Whoosh kini di tangan negara, apa risikonya bagi publik?


Prabowo Whoosh

Sumber gambar, BPMI Setpres/Laily Rachev

Keterangan gambar, Presiden Prabowo Subianto menaiki Whoosh.

Pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang terkenal dengan Whoosh, memasuki babak baru. Danantara disebut menyerahkan proses pembayaran utang kepada Kementerian Keuangan.

Sejumlah ekonom dan pengamat menilai langkah ini menunjukkan risiko megaproyek, yang sejak awal dipertanyakan kelayakannya, kini semakin dibebankan kepada negara, dengan potensi mengurangi ruang fiskal untuk sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Kabar mengenai peralihan pembiayaan Whoosh dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dia menegaskan, per minggu depan, Kementerian Keuangan bakal memegang kendali dalam pengurusan utang proyek kereta cepat.

Menurut perhitungan awal Purbaya, beban utang yang mesti dibayarkan ke pemerintah China, selaku mitra pembangunan Whoosh, mencapai Rp1 triliun setiap tahunnya.

Purbaya menganggap angka itu masih bisa ditangani Kementerian Keuangan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *