PBB gunakan peta dunia yang baru – Apa yang salah dari peta lama?


Peta Afrika berdampingan yang membandingkan dua proyeksi peta. Proyeksi Mercator di sebelah kiri membuat Afrika tampak lebih kecil dibandingkan dengan Eropa di utaranya. Proyeksi Equal Earth di sebelah kanan menunjukkan bentuk benua yang lebih memanjang dan lebih akurat secara proporsional.
Keterangan gambar, Proyeksi Mercator adalah peta yang banyak digunakan di seluruh dunia, tetapi ukuran negara dan benua tidak akurat.

PBB baru saja menyerukan agar peta dunia yang banyak digunakan saat ini digantikan dengan peta yang lebih akurat mencerminkan ukuran benua sebenarnya, seperti Afrika.

Resolusi “Correct the Map” yang diadopsi Majelis Umum PBB bertujuan memperbaiki ketidaksesuaian pada peta Mercator, yang menampilkan benua Afrika seolah-olah berukuran serupa dengan Greenland, padahal sebenarnya Afrika sekitar 14 kali lebih besar.

PBB kemudian mengadopsi peta baru, proyeksi Equal Earth (Bumi Setara), yang lebih baik dalam merepresentasikan ukuran daratan yang sebenarnya, meski punya kelemahannya sendiri.

Selama bertahun-tahun ada banyak upaya penting untuk merepresentasikan secara akurat permukaan sebuah bola pada bidang datar berbentuk persegi panjang, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Peta Mercator

Peta dunia Colton yang diilustrasikan dan dihias pada pelat baja berdasarkan Proyeksi Mercator, New York, 1854.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Proyeksi Mercator telah digunakan sejak abad ke-16 dan sangat penting untuk navigasi lautan.

Peta Mercator yang hingga kini banyak digunakan di dunia, diciptakan pada 1569 oleh pembuat peta asal Flanders, Gerardus Mercator.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *