Afghanistan: Enam juta orang dideportasi, mulai hidup dari nol di bawah Taliban


Seorang anak perempuan dengan pakaian kuning menatap ke arah kamera.
Keterangan gambar, Zarina khawatir akan masa depan anak-anak perempuan yang tidak dapat bersekolah di tingkat menengah dan perguruan tinggi di Afghanistan yang dikuasai Taliban.

Dalam waktu kurang dari tiga tahun, enam juta orang dideportasi dari beragam negara ke Afghanistan. Mereka akan memulai hidup dari nol di bawah kekuasaan Taliban. Hal itu juga disebut menjadi pemulangan manusia lintas batas negara terbesar dalam sejarah modern.

Sejumlah lansia terlihat meringis dan berjalan tertatih-tatih menggunakan tongkat penyangga. Sedangkan, anak-anak menatap dengan mata terbelalak seraya mendekap ayam-ayam yang dibawa dari rumah yang terpaksa mereka tinggalkan.

“Rasanya melegakan bisa berada di negara sendiri,” ujar Nazia, 35 tahun, beberapa menit usai dirinya melintasi perbatasan dari Pakistan—tempat ia dilahirkan—menuju Afghanistan.

Perbatasan Torkham, yang dikenal sebagai “zero point“, adalah tempat di masa satu kehidupan yang berat berakhir dan kehidupan berat lainnya dimulai.

“Tapi saya tak pernah menginjakkan kaki ke Afghanistan sebelumnya dan banyak orang di sini bahkan tak punya cukup roti untuk dimakan,” keluh Nazia sambil berjalan bersama dua anaknya menuju loket pendaftaran yang dihiasi bendera Taliban berwarna hitam-putih.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *