Papua: Kisah lansia lumpuh dan anak yang tewas ditembak di Dogiyai


Dogiyai, Papua

Sumber gambar, Istimewa

Keterangan gambar, Jenazah Siprianus Tibakoto dibopong warga, Selasa (31/03). Pemuda itu terkena tembakan aparat.

    • Penulis, Abraham Utama
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Waktu membaca: 15 menit

Peringatan! Artikel ini memuat deskripsi kekerasan yang mungkin memicu rasa tidak nyaman bagi pembaca.

Kericuhan pecah di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, 31 Maret lalu. Lima warga sipil tewas akibat luka tembak, dua di antaranya adalah perempuan lumpuh berusia 70-an tahun dan anak laki-laki berusia 12 tahun yang ditembak di bagian perut.

Polda Papua Tengah menyatakan foto jenazah anak laki-laki yang tewas ini sebagai hoaks alias kebohongan. Namun para saksi yang berbicara kepada BBC mengungkap fakta sebaliknya.

Kematian lima warga Dogiyai ini terjadi saat aparat kepolisian menyisir kampung-kampung, menembakkan senapan, dan berhadapan dengan kumpulan warga “yang melakukan perlawanan”—sebagian dengan panah dan batu.

Penyisiran oleh aparat itu berlangsung setelah seorang polisi ditemukan tewas di pinggir jalan. Kepolisian “belum mengetahui” penyebab maupun pelaku pembunuhan polisi itu hingga saat ini. Mereka juga tidak mengaitkannya dengan milisi pro-kemerdekaan, Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *