Lingkungan: Deforestasi Indonesia meningkat ‘dan berpotensi juara tropis dunia’ dalam setahun pemerintahan Prabowo


Deforestasi akibat penambangan nikel di Kolonodale, Morowali Utara,
Sulawesi Tengah, pada Oktober 2025.

Sumber gambar, Auriga Nusantara

Keterangan gambar, Deforestasi akibat penambangan nikel di Kolonodale, Morowali Utara, Sulawesi Tengah, pada Oktober 2025.

    • Penulis, Raja Eben Lumbanrau
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Waktu membaca: 18 menit

Satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto ditandai dengan meningkatnya jumlah deforestasi di Indonesia. Riset lembaga Auriga Nusantara mencatat 433.751 hektare hutan gundul sepanjang 2025. Angka ini hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Luas penebangan hutan itu setara dengan sekitar enam kali negara Singapura atau hampir tujuh kali Provinsi DKI Jakarta.

Ketua Yayasan Auriga Nusantara, Timer Manurung, berkata deforestasi dipicu oleh rangkaian kebijakan pemerintah, dari izin konsensi tambang, perkebunan sawit, kayu, hingga program strategis nasional (PSN) seperti lumbung pangan (food estate).

“Deforestasi terjadi secara terencana (planned deforestation), lewat program-program pemerintah. Itu mengambarkan ketidakpedulian pemerintahan Prabowo pada lingkungan,” kata Timer ke wartawan BBC News Indonesia, Raja Eben Lumbanrau.

Hasilnya kata Timer, Indonesia berpotensi menjadi “juara deforestasi tropis sedunia pada tahun 2025”, mengalahkan penggundulan di Amazon, Brasil, yang mengalami tren penurunan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *