
Sumber gambar, UEFA via Getty Images
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 7 menit
Harry Kane menjadi pemain Inggris pertama yang memenangkan Ballon d’Or sejak Michael Owen pada 2001 setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia dalam sebuah seremoni di London.
Penyerang Bayern Munich berusia 33 tahun itu menjadi pemain Inggris kelima yang meraih penghargaan tersebut.
Sebelumnya, penghargaan yang dianggap sebagai yang paling bergengsi bagi individu di dunia sepak bola itu pernah dimenangkan oleh Stanley Matthews (1956), Bobby Charlton (1966), serta Kevin Keegan (1978 dan 1979).
Dari wilayah United Kingdom (UK) secara keseluruhan, hanya ada dua pemenang lain, yakni Denis Law dari Skotlandia (1964) dan George Best dari Irlandia Utara (1968).
Penyerang Real Madrid dan tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, menempati posisi kedua dalam pemungutan suara, sementara bintang muda Barcelona dan Spanyol, Lamine Yamal, berada di peringkat ketiga.
“Tak banyak orang yang membayangkan ini bisa terjadi. Bahkan mungkin saya sendiri tidak pernah membayangkan bisa sampai sejauh ini,” kata Kane kepada DAZN.
“Saya harus melalui banyak pasang surut, terutama pada awal karier saya. Saya bukan sosok yang sejak awal diprediksi akan menjadi superstar seperti beberapa pemain muda saat ini.
“Saya harus bersabar dan bekerja keras. Berkali-kali saya harus berjuang melawan keraguan dalam diri sendiri. Saya harus melewati semuanya dengan keyakinan, tekad, dan kepercayaan diri.
“Itulah yang membuat saya tetap membumi ketika akhirnya mencapai level tertinggi, sekaligus terus mendorong diri untuk berkembang dan menjadi lebih baik.”
Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengaku “sangat senang” melihat Kane meraih penghargaan tersebut. Ia menyebut keberhasilan striker itu sebagai “sebuah kehormatan besar”.
Sementara itu, Pangeran William menggambarkan mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut sebagai “kapten yang luar biasa” dan “pemain yang istimewa”.
Musim lalu, Kane mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan bersama Bayern, torehan terbanyak yang pernah dicatat seorang pemain klub tersebut dalam satu musim.
Jika termasuk penampilannya bersama timnas Inggris, ia membukukan 73 gol dan delapan assist dalam 65 pertandingan.
Hanya satu pemain di klub-klub dari lima liga top Eropa yang pernah mencetak gol lebih banyak dalam satu musim.
Menariknya, Kane meraih Ballon d’Or meski gagal memenangkan dua trofi paling bergengsi di sepak bola musim lalu. Ia harus puas tersingkir di babak semifinal Piala Dunia dan Liga Champions.
Keberhasilan itu juga membuatnya menjadi pemain Bayern Munich pertama yang memenangkan Ballon d’Or sejak Karl-Heinz Rummenigge pada 1981.
Untuk merayakan pencapaiannya, lengkungan ikonik Stadion Wembley diterangi warna emas pada Senin malam.
BBC Sport menelaah faktor-faktor di balik kemenangan Kane, sekaligus menjelaskan betapa tidak lazimnya memenangkan Ballon d’Or tanpa mengangkat salah satu trofi utama sepak bola dunia pada musim yang sama.
Musim pemecah rekor Harry Kane pada 2025-2026
Dari sisi trofi, Kane “hanya” meraih dua gelar domestik Jerman musim lalu bersama Bayern Munich.
Namun, raihan tersebut lebih dari dua kali lipat jumlah trofi yang berhasil ia kumpulkan sepanjang kariernya, setelah sebelumnya juga menjuarai Bundesliga pada musim sebelumnya.
Dari segi performa individu, Kane yang sebelumnya hanya pernah menempati posisi ke-10 dalam klasemen Ballon d’Or tampil tanpa tandingan.
Ia mencetak 61 gol di semua kompetisi untuk Bayern Munich pada musim 2025-2026, atau 19 gol lebih banyak dibanding pemain mana pun di lima liga top Eropa.
Bahkan, jumlah itu merupakan yang tertinggi sejak Cristiano Ronaldo juga mencetak 61 gol untuk Real Madrid 11 tahun lalu.
Kane menjadi pencetak gol terbanyak Bundesliga dengan 36 gol, unggul 17 gol dari pesaing terdekatnya. Di Liga Champions, ia mengoleksi 14 gol meski Bayern terhenti di semifinal.
Dalam ajang Piala Jerman, ia mencetak 10 gol, termasuk hat-trick saat Bayern mengalahkan Stuttgart 3-0 pada partai final. Ia juga menyumbang satu gol di ajang Piala Super Jerman.
Sumber gambar, Grzegorz Wajda/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
Tidak ada pemain Bayern yang pernah mencetak gol sebanyak itu dalam satu musim, meskipun klub tersebut pernah diperkuat deretan penyerang legendaris seperti Gerd Müller, Karl-Heinz Rummenigge, hingga Robert Lewandowski.
Tambahan 12 gol bersama timnas Inggris sepanjang musim, termasuk enam gol di Piala Dunia, membuat total torehan Kane mencapai 73 gol.
Sepanjang sejarah, hanya ada satu pemain dari liga-liga top Eropa yang mampu mencetak lebih banyak gol dalam satu musim, yakni Lionel Messi, yang membukukan 82 gol untuk Barcelona dan Argentina pada musim 2011-2012.
Di bawah Messi, daftar pencetak gol terbanyak dalam satu musim dihuni oleh:
Gerd Müller: 72 gol (1972-1973), Cristiano Ronaldo: 66 gol (2011-2012 dan 2014-2015), Ronaldo Nazário: 66 gol (1996-1997), Erling Haaland: 64 gol (2022-2023), serta Luis Suárez: 64 gol (2015-2016).
Sumber gambar, Kevin C. Cox/Getty Images
Mantan striker Inggris Alan Shearer sebelumnya mengatakan kepada BBC Sport bahwa Kane layak memenangkan Ballon d’Or.
“Pemenang Ballon d’Or seharusnya Harry Kane,” katanya.
“Catatan statistiknya dalam 12 hingga 18 bulan terakhir bersama Bayern dan Inggris benar-benar luar biasa. Karena alasan itu, dia pantas mendapatkannya.”
Mantan pemain timnas Inggris lainnya, Danny Murphy, juga memberikan penilaian serupa.
“Ketajamannya mencetak gol terus berlanjut tanpa henti, benar-benar luar biasa. Ini salah satu musim terbaik dalam kariernya dan akan menjadi ganjaran yang pantas jika dia memenangkan trofi tersebut.
“Sejak bergabung dengan Bayern Munich, dia tampil luar biasa, beradaptasi dengan sangat baik, dan dalam 12 bulan terakhir dia adalah penyerang tengah terbaik di dunia.”
Ballon d’Or tidak selalu dimenangkan juara Piala Dunia
Sejak pertama kali digelar pada 1956, Ballon d’Or hanya dapat dimenangkan oleh pemain asal Eropa.
Aturan itu berubah pada 1995, ketika penghargaan tersebut dibuka untuk pemain dari seluruh dunia.
Sejak perubahan tersebut, dalam empat dari tujuh edisi yang berlangsung pada tahun Piala Dunia, Ballon d’Or diberikan kepada pemain yang timnasnya menjadi juara dunia.
Salah satunya adalah Lionel Messi pada 2023, setelah Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 yang digelar pada musim dingin.
Namun, kemenangan Messi saat itu merupakan kali pertama sejak 2006, pemain timas juara dunia meraih Ballon d’Or pada tahun yang sama.
Sumber gambar, Marc Piasecki/WireImage
Di antara periode tersebut, Messi, Cristiano Ronaldo, dan Luka Modric tetap mampu merebut penghargaan itu meski tidak menjuarai Piala Dunia.
Keberhasilan Kane tahun ini juga tergolong tidak biasa. Dalam 20 tahun terakhir, ini baru kelima kalinya Ballon d’Or diberikan kepada pemain yang tidak memenangkan Piala Dunia, Liga Champions, maupun Piala Eropa/Copa America pada musim yang sama.
Sebelum Kane, pencapaian serupa hanya diraih oleh Messi (tiga kali) dan Ronaldo.
Salah satu favorit kuat tahun ini adalah Lamine Yamal, yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia. Namun, pemain muda Barcelona itu harus mengakui keunggulan Kane dalam pemungutan suara.
Tahun lalu, keberhasilan menjuarai Liga Champions membantu Ousmane Dembele dari Paris Saint-Germain dan Prancis meraih Ballon d’Or.
Mampukah Kane mempertahankannya?
Kane baru saja memenangkan Ballon d’Or, tetapi perhatian kini mulai tertuju pada peluangnya mempertahankan gelar tersebut tahun depan.
Penyerang Bayern itu telah mencetak 10 gol dalam 12 pertandingan pertama bersama klubnya musim ini.
Ditambah enam gol dalam empat laga UEFA Nations League bersama Inggris, ia telah mengoleksi total 16 gol dalam 16 pertandingan.
Bayern juga masih belum terkalahkan di Bundesliga maupun Liga Champions musim ini.
Jika raksasa Jerman itu mampu meraih treble winners dan Kane terus mencetak gol dengan rata-rata mendekati satu gol per pertandingan, akan sulit mengabaikannya dalam persaingan Ballon d’Or berikutnya, terutama karena musim tersebut tidak diwarnai Piala Dunia, Piala Eropa, maupun Copa America.
Pemain terakhir yang mampu memenangkan Ballon d’Or dalam dua tahun beruntun selain Messi dan Ronaldo adalah Marco van Basten, yang meraihnya pada 1988 dan 1989.
Ancaman dari Yamal dan Mbappe
Meski demikian, Kane diperkirakan akan menghadapi persaingan ketat.
Lamine Yamal berharap keberuntungan berpihak kepadanya setelah dua kali berturut-turut sebagai runner-up. Pemain Barcelona itu mengawali musim dengan performa gemilang, mencetak 10 gol dan 10 assist dalam 13 pertandingan di La Liga dan Liga Champions.
Barcelona saat ini juga disebut sebagai salah satu favorit juara Liga Champions, faktor yang bisa menjadi penentu dalam pemilihan Ballon d’Or tahun depan.
Jika berhasil memenangkannya, Yamal akan menjadi pemain termuda yang pernah meraih Ballon d’Or, pada usia 20 tahun.
Sumber gambar, David Ramirez/Soccrates/Getty Images
Sumber gambar, Lluis GENE / AFP via Getty Images
Sementara itu, penyerang Real Madrid dan Prancis, Kylian Mbappe, juga diyakini memiliki peluang besar untuk memenangkan penghargaan tersebut untuk pertama kalinya. Ia telah mencetak 14 gol dalam 13 penampilan untuk klub dan tim nasional musim ini.
Rekor pemenang termuda Ballon d’Or hingga kini masih dipegang oleh Ronaldo Nazário dari Brasil, yang berusia 21 tahun ketika meraih penghargaan itu pada 1997.
Selain Barcelona dan Real Madrid, Arsenal, yang belum pernah memiliki pemenang Ballon d’Or, serta Paris Saint-Germain, juga termasuk di antara klub-klub yang difavoritkan untuk menjuarai Liga Champions musim ini.