Interesting News

Piala Dunia 2026: Apa kostum timnas favoritmu?


Menjelang Piala Dunia 2026, BBC Sport menyoroti sejumlah kostum yang akan dikenakan selama turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Di bagian bawah artikel ini, pembaca diajak untuk memilih kostum favorit dari deretan jersey yang akan mewarnai panggung Piala Dunia.

Aljazair (kostum tandang)

Sumber gambar, @lesverts.faf

Keterangan gambar, Amine Gouiri mengenakan kostum timnas Aljazair untuk laga tandang (away) Piala Dunia 2026.

Tim berjuluk Desert Foxes itu akan kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014, ketika mereka tersingkir di babak 16 besar oleh juara saat itu, Jerman.

Argentina (kostum tandang)

Sumber gambar, @afaseleccion

Keterangan gambar, Lionel Messi dan Lionel Scaloni mengenakan kostum tandang Argentina di Piala Dunia 2026.

Para pemain belakang lawan bakal diperdaya saat Lionel Messi berputar dan berkelok melewati mereka dengan kostum tandang bercorak pusaran.

Argentina, sang juara bertahan, memuncaki kualifikasi Amerika Selatan dengan keunggulan sembilan poin atas Ekuador yang berada di posisi kedua.

Austria (kostum tandang)

Sumber gambar, @oefb_1904

Keterangan gambar, Philipp Lienhart (kiri) Marko Arnautovic (tengah), David Alaba (kanan) mengenakan kostum tandang Austria di Piala Dunia 2026.

Austria lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sejak 1998.

Tim asuhan Ralf Rangnick ini akan membawa sentuhan kosmopolitan ke turnamen di AS, Meksiko dan Kanada dengan kostum tandang bermotif marmer, yang dirancang guna memperlihatkan budaya kafe khas Austria.

Belgia (kostum tandang)

Sumber gambar, @belgianreddevils

Keterangan gambar, Zeno Debast mengenakan kostum tandang timnas Belgia di Piala Dunia 2026.

Kostum tandang Belgia di Piala Dunia 2026 terinspirasi dari seniman surealis asal Belgia, René Magritte.

Seperti karya Magritte yang kerap menantang persepsi, perjalanan tim berjuluk Red Devils di kualifikasi juga penuh kejutan.

Mereka mencatat kemenangan telak 6-0 atas Liechtenstein dan Kazakhstan, namun memperoleh hasil imbang melawan Makedonia Utara dan Kazakhstan.

Brasil (kostum kandang)

Sumber gambar, @brasil

Keterangan gambar, Vinicius Jr dan Richarlison mengenakan kostum kandang Brasil di Piala Dunia 2026.

Adakah yang lebih identik dengan Piala Dunia selain warna kuning dan hijau mencolok milik Selecao?

Brasil menutup kualifikasi Amerika Selatan di posisi kelima, dengan enam kekalahan dari 18 laga.

Namun, siapa yang berani menyingkirkan juara lima kali itu dari daftar kandidat kampiun?

Kanada (kostum kandang)

Sumber gambar, @canmnt

Keterangan gambar, Ismael Kone menganakan kostum kandang timnas Kanada di Piala Dunia 2026.

Kostum kandang Kanada terinspirasi dari simbol nasional negara itu, daun maple.

Sebagai salah satu tuan rumah, Kanada akan tampil di Piala Dunia dengan kebanggaan tersendiri.

Mereka sebelumnya hanya dua kali berpartisipasi di ajang ini, namun belum pernah lolos dari fase grup.

Kolombia (kostum kandang)

Sumber gambar, @fcfseleccioncol

Keterangan gambar, Leicy Santos (kiri), Luis Diaz (tengah), dan Linda Caicedo (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Kolombia pada 2026.

Bagi penggemar sepak bola era tertentu, melihat tim berjuluk Los Cafeteros bermain dengan kostum bergaris tiga akan membangkitkan kenangan tentang sosok Carlos Valderrama berambut kribo pada Piala Dunia 1990 di Italia.

Kini, harapan besar Kolombia banyak bertumpu pada pemain sayap yang berada dalam performa terbaik, Luis Díaz.

Pemain Bayern Muenchen itu akan menjadi tumpuan utama negaranya di turnamen musim panas ini.

Kroasia (kostum kandang)

Sumber gambar, @hns_cff

Keterangan gambar, Marco Pasalic (kiri), Luka Modric (tengah) and Ivan Perisic (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Kroasia pada 2026.

Kostum kandang Kroasia dengan kotak merah dan putih kembali menghadirkan desain klasik yang membangkitkan kenangan turnamen-turnamen sebelumnya.

Meski merupakan negara kecil dengan populasi hanya sekitar empat juta jiwa, tim berjuluk Kockasti itu memiliki catatan impresif di Piala Dunia.

Mereka pernah menjadi finalis pada 2018 dan meraih posisi ketiga pada 2022.

Curacao (kostum tandang)

Sumber gambar, @thebluewaveffk

Keterangan gambar, Sherel Floranus (kiri) dan Shurandy Ruggerio Sambo (kanan) mengenakan kostum tandang Curacao pada 2026.

Negara kepulauan di Karibia itu memastikan tempat di turnamen tahun ini sebagai wakil Concacaf asuhan manajer asal Belanda, Dick Advocaat.

Banyak penggemar diyakini akan memuji keindahan kostum tim ini, yang menjadi simbol kebanggaan atas pencapaian bersejarah Curacao di panggung sepak bola dunia.

Republik Ceko (kostum tandang)

Sumber gambar, @ceskarepre

Keterangan gambar, Matyas Vojta dan Tomas Holes mengenakan kostum tandang Republik Ceko pada 2026.

Kostum tandang Republik Ceko kali ini hadir dengan desain yang terinspirasi kristal.

Kongo (kostum kandang)

Sumber gambar, fecofadrc

Keterangan gambar, Samuel Essende (kiri), Ngal’ayel Mukau (tengah) and Cédric Bakambu (kanan) mengenakan kostum tandang timnas Kongo pada 2026.

Republik Demokratik Kongo lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun.

Kostum kandang tim berjuluk The Leopards pada musim 2025-26 hadir dengan motif cetak dramatis, menjadi simbol kebanggaan atas kembalinya mereka ke panggung sepak bola terbesar dunia.

Ekuador (kostum tandang)

Sumber gambar, @marathon_ecuador

Keterangan gambar, Kostum kandang timnas Ekuador pada 2026.

Moises Caicedo bersama timnas Ekuador berharap meninggalkan kesan mendalam di turnamen musim panas ini.

Edisi tahun ini akan menjadi penampilan kelima bagi negara Amerika Selatan tersebut di Piala Dunia.

Pencapaian terbaik mereka sejauh ini terjadi di Piala Dunia Jerman 2006, ketika Ekuador berhasil menembus babak 16 besar.

Mesir (kostum kandang)

Sumber gambar, @egyptnt

Keterangan gambar, Haissem Hassan (kiri) dan Trezeguet (kanan) mengenakan kostum kandang Mesir pada 2026.

Kostum kandang Mesir dihiasi pola geometris yang mencerminkan akar sejarah bangsa itu.

Tim berjuluk The Pharaohs itu telah menorehkan rekor dengan tujuh gelar juara Piala Afrika, namun baru tiga kali tampil di Piala Dunia sebelumnya—pada 1934, 1990, dan 2018.

Inggris (kostum kandang)

Sumber gambar, @england

Keterangan gambar, Marc Guehi (kiri), Harry Kane (tengah) dan Bukayo Saka (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Inggris pada 2026.

Inggris berharap bisa tampil meyakinkan di Piala Dunia tahun ini. Namun, kostum kandang mereka justru hadir dengan nuansa yang lebih sederhana.

Mantan manajer Gareth Southgate pernah membawa tim berjuluk the Three Lions itu ke semifinal Piala Dunia 2018, lalu mencapai perempat final di Qatar 2022, selain dua kali menembus final Euro secara beruntun pada 2021 dan 2024.

Kini, di bawah arahan Thomas Tuchel, Inggris berharap inilah saatnya mereka bisa melangkah penuh dan akhirnya meraih Piala Dunia.

Prancis (kostum kandang)

Sumber gambar, @equipedefrance

Keterangan gambar, Rayan Cherki (kiri), Ousmane Dembele (tengah) and Michael Olise (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Prancis pada 2026.

Prancis kembali hadir dengan skuat yang menakutkan. Tidak ada barisan bek yang akan nyaman melihat para penyerang mereka membombardir gawang.

Tim berjuluk Les Bleus ini menjadi finalis di Qatar empat tahun lalu, dan kini digadang-gadang sebagai salah satu favorit kuat untuk menjuarai Piala Dunia tahun ini.

Jerman (kostum kandang)

Sumber gambar, @dfb_team

Keterangan gambar, Joshua Kimmich (kiri), Nick Woltemade (tengah) and Jamie Leweling (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Jerman pada 2026.

Kostum kandang timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026 akan menjadi yang terakhir diproduksi oleh merek asal Jerman, Adidas.

Pantai Gading (kostum tandang)

Sumber gambar, @fif.ci

Keterangan gambar, Guiagon Parfait (kiri) and Guela Doue (kanan) mengenakan kostum tandang timnas Pantai Gading pada 2026.

Kostum timnas Pantai Gading kali ini berhasil tampil mencolok sekaligus tenang, dengan perpaduan motif berulang dalam nuansa hijau lembut dan oranye.

Tim ini sebelumnya sudah tiga kali tampil di Piala Dunia—pada 2006, 2010, dan 2014—namun belum pernah lolos dari fase grup.

Jepang (kostum tandang)

Sumber gambar, @japanfootballassociation

Keterangan gambar, Takumi Minamino (kiri) dan model (kanan) mengenakan kostum tandang timnas Jepang pada 2026.

Kostum tandang mereka tampil dengan garis-garis multiwarna yang disebut mewakili “warna-warna di balik cakrawala.”

Meksiko (kostum kandang)

Sumber gambar, @miseleccionmx

Keterangan gambar, Kostum kandang timnas Meksiko pada 2026.

Kostum kandang timnas Meksiko kali ini tampil dengan motif terinspirasi dari budaya Aztec, yang sekaligus mengingatkan pada kostum ikonik yang mereka kenakan pada Piala Dunia 1998 di Prancis.

Terakhir kali negara Amerika Utara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia, pada 1986, mereka berhasil mencapai perempat final.

Belanda (kostum kandang)

Sumber gambar, @onsoranje

Keterangan gambar, Tijjani Reijnders (kiri), Cody Gakpo, Frenkie de Jong, Memphis Depay dan Virgil van Dijk (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Belanda pada 2026.

Kostum kandang timnas Belanda untuk Piala Dunia tampil minimalis dan sederhana.

Negara dengan tradisi sepak bola besar ini belum pernah menjuarai Piala Dunia, meski tiga kali mencapai final: 1974, 1978, dan 2010.

Norwegia (kostum kandang)

Sumber gambar, @herrelandslaget

Keterangan gambar, Martin Odegaard (kiri), Antonio Nusa (tengah) Sander Berge (kanan) mengenakan kostum kandang Norwegia pada 2026.

Norwegia akan kembali ke Piala Dunia musim panas ini setelah absen selama 28 tahun.

Pada Piala Dunia 1998 di Prancis, mereka sempat mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas Brasil di fase grup sebelum tersingkir oleh Italia di babak 16 besar.

Skuat tahun ini diperkuat beberapa bintang besar, termasuk Martin Ødegaard dan Erling Haaland, yang diharapkan mampu membawa tim berjuluk Løvene (Singa) itu melangkah lebih jauh di panggung dunia.

Panama (kostum kandang)

Sumber gambar, @selecciondepanama

Keterangan gambar, Sosok model mengenakan kostum kandang Panama pada 2026.

Kostum Panama kali ini pantas mendapat apresiasi.

Mereka tergabung di Grup L bersama Inggris, Ghana, dan Kroasia.

Portugal (kostum kandang)

Sumber gambar, @portugal

Keterangan gambar, Diogo Dalot (kiri), Ruben Neves (tengah) dan Nelson Semedo (kanan) dengan kostum kandang timnas Portugal pada 2026.

Portugal akan tampil bergelombang dengan kostum yang terinspirasi dari Samudra Atlantik, yang berbatasan langsung dengan negara itu.

Skuat asuhan Roberto Martínez menjalani kualifikasi yang beragam hasilnya: menang telak 9-1 atas Armenia, lalu kalah 2-0 dari Republik Irlandia, serta ditahan imbang 2-2 oleh Hungaria—masing-masing berada di peringkat ke-59 dan ke-40 dunia menurut FIFA.

Qatar (kostum kandang)

Sumber gambar, @qfa

Keterangan gambar, Kostum kandang Qatar pada 2026.

Setelah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar kini berharap bisa meninggalkan jejak di kompetisi tahun ini dengan kostum kandang sederhana namun efektif, yang berlandaskan warna nasional serta pola bendera negara Timur Tengah tersebut.

Arab Saudi (kostum kandang)

Sumber gambar, @saudint

Keterangan gambar, Aiman Yahya mengenakan kostum kandang timnas Saudi Arabia pada 2026.

Arab Saudi mengejutkan dunia ketika mengalahkan juara bertahan Argentina 2-1 di Piala Dunia 2022.

Baru-baru ini mereka kembali menjadi sorotan dengan keputusan memecat pelatih kepala Hervé Renard hanya dua bulan sebelum turnamen tahun ini dimulai.

Kostum kandang negara Timur Tengah itu tampil lebih berani dibanding edisi sebelumnya, dengan aksen ungu dan emas yang baru, berpadu dengan dasar hijau tradisional.

Skotlandia (kostum tandang)

Sumber gambar, @scotlandnationalteam

Keterangan gambar, Lewis Ferguson (kiri), Che Adams (tengah) and Ben Doak (kanan) mengenakan kostum tandang timnas Skotlandia pada 2026.

Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 28 tahun.

Skuat asuhan Steve Clarke berharap bisa lolos dari fase grup untuk pertama kalinya dalam sejarah, meski harus menghadapi tantangan berat di Grup C bersama juara lima kali, Brasil; juara Piala Afrika, Maroko; serta Haiti.

Kostum tandang mereka hadir dengan warna koral yang berani, mengingatkan pada kostum tandang Skotlandia pada 1993.

Afrika Selatan (kostum tandang)

Sumber gambar, @bafanabafanaofficial

Keterangan gambar, Teboho Mokoena (kiri) dan Thalente Mbatha (tengah) mengenakan kostum kandang timnas Afrika Selatan pada 2026.

Kostum tandang timnas Afrika Selatan mengingatkan penggemar sepak bola pada kostum tim berjuluk Bafana Bafana pada Piala Dunia 2010, ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Dunia—sekaligus menjadi negara Afrika pertama yang melakukannya.

Saat itu mereka mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas Prancis.

Korea Selatan (kostum tandang)

Sumber gambar, @thekfa

Keterangan gambar, Kostum tandang timnas Korea Selatan pada 2026.

Kostum tandang Korea Selatan tampil penuh energi dengan desain bunga di atas dasar ungu.

Tahun ini akan menjadi penampilan ke-12 mereka di Piala Dunia, sekaligus yang ke-11 secara beruntun.

Di Qatar, tim berjuluk Taeguk Warriors itu berhasil mencapai babak 16 besar, sementara di kualifikasi Asia mereka menutup perjalanan dengan status juara grup.

Spanyol (kostum tandang)

Sumber gambar, @sefutbol

Keterangan gambar, Mikel Merino (kiri) and Fermin Lopez (kanan) mengenakan kostum tandang timnas Spanyol pada 2026.

Kostum tandang timnas Spanyol hadir dengan pola grafis yang terinspirasi dari manuskrip kuno negeri itu.

Sebagai juara Eropa, mereka berharap bisa menulis bab baru dalam sejarah sepak bola Spanyol yang kaya.

Tim ini memasuki kompetisi tahun ini sebagai favorit, setelah menjalani ajang babak kualifikasi yang nyaris sempurna.

Swedia (kostum kandang)

Sumber gambar, @swemnt

Keterangan gambar, Hugo Larsson (kiri), Emil Holm (tengah) dan Isak Hien (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Swedia pada 2026.

Swedia memiliki warisan kuat di Piala Dunia, pernah menjadi runner-up pada 1958 serta menjadi juara tiga pada 1950 dan 1994.

Kostum kandang mereka kali ini mengingatkan penggemar sepak bola pada era 1970-an, dengan cetakan timbul yang terinspirasi dari bunga aster.

Swiss (kostum kandang)

Sumber gambar, @swissnatimen

Keterangan gambar, Nico Elvedi (kiri), influencer Adrian Vogt (tengah) dan Granit Xhaka (kanan) mengenakan kostum kandang timnas Swiss pada 2026.

Swiss bekerja sama dengan influencer Adrian Vogt saat meluncurkan kostum kandang terbaru mereka, yang terinspirasi dari desain futuristik paspor negara itu.

Kapten Granit Xhaka berharap perjalanan di Grup B berjalan mulus. Pada fase grup tersebut, mereka akan bersaing dengan Kanada, Bosnia-Herzegovina, dan Qatar.

Swiss telah tampil di 12 edisi Piala Dunia sebelumnya, dengan pencapaian terbaik mencapai perempat final pada 1934, 1938, dan 1954.

Turki (kostum kandang)

Sumber gambar, @millitakimlar

Keterangan gambar, Kostum kandang timnas Turki pada 2026.

Kostum kandang timnas Turki kali ini menampilkan pola marmer, terinspirasi dari seni marbling kertas tradisional Ebru.

Uruguay (kostum kandang)

Sumber gambar, @aufoficial

Keterangan gambar, Kostum kandang timnas Uruguay pada 2026.

Uruguay, juara Piala Dunia dua kali, akan tampil elegan dengan kostum kandang sederhana di turnamen tahun ini.

Dua legenda, Luis Suárez dan Edinson Cavani, telah pensiun dari sepak bola internasional.

Namun kini giliran Federico Valverde dan rekan-rekannya yang berusaha menulis sejarah baru di bawah komando pelatih Marcelo Bielsa.

Amerika Serikat (kostum kandang)

Sumber gambar, @usmnt

Keterangan gambar, Johnny Cardoso (kiri), Ricardo Pepi (tengah) and Max Arfsten (kanan) mengenakan kostum kandang timnas AS pada 2026.

Sebagai tuan rumah bersama, Amerika Serikat akan berusaha tampil menonjol di Piala Dunia tahun ini—setelah sebelumnya hanya pernah menjadi tuan rumah pada 1994.

Tim yang kini ditangani Mauricio Pochettino tergabung di Grup D bersama Paraguay, Australia, dan Turki.



Source link

Exit mobile version