Masyarakat adat di Indonesia ditahan hingga dipenjara saat mempertahankan alam


Maba Sangaji

Sumber gambar, Jaringan Advokasi Tambang

Keterangan gambar, Warga adat Maba Sangaji dalam persidangan.

    • Penulis, Faisal Irfani
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Waktu membaca: 11 menit

Upaya warga dalam mempertahankan lingkungan tempat mereka tinggal tidaklah mudah. Mereka berhadapan dengan ancaman pemenjaraan hingga kekerasan. Di Indonesia, kasus semacam ini senantiasa berulang. Apa pemicunya?

Alam merupakan elemen penting bagi masyarakat adat Maba Sangaji yang menetap secara turun-temurun di Halmahera Timur, Maluku Utara. Setiap unsur di dalamnya mempunyai keterkaitan erat dengan laku para penghuninya.

Tanah, misalnya, serupa ibu yang menyediakan limpahan berkah kepada seorang anak. Masyarakat adat Maba Sangaji yang mayoritas mencari nafkah dengan bertani, begitu mengandalkan keberadaan tanah untuk menanam segala yang hidup: pala, kopra, cengkeh, sagu, kakao, hingga ubi.

Aliran sungai yang membentang panjang adalah tumpuan tak kalah penting. Sungai induk, Sangaji, bercabang ke dalam bentuk-bentuk lebih kecil—Kaplo, Tutungan, serta Semlowos—yang turut menopang daya tahan masyarakat melalui sumber mata air dan bermacam jenis ikan.

Sementara hutan tak ubahnya napas yang menjaga nyawa masyarakat. Hutan melekat kuat dalam ingatan masyarakat, baik sebagai konsep materi maupun spiritual. Di hutan, berdiri tempat keramat sekaligus sakral, kerap disebut dengan guamanei.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *