
Sumber gambar, Getty
Telah diterbitkan
Waktu membaca: 2 menit
Gempa berkekuatan 7 magnitudo mengguncang wilayah pegunungan di Tibet dan menewaskan sedikitnya 16 orang, menurut media pemerintah China.
Otoritas setempat menetapkan status darurat dan mengerahkan tim penyelamat ke lokasi. Sebanyak 54 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Media pemerintah kerap menjadi satu-satunya sumber informasi tentang Tibet, wilayah yang berada di bawah kendali ketat China sejak dianeksasi pada 1950-an.
Pusat gempa berada di Kabupaten Baqên, wilayah Nagqu, pada Kamis malam, lapor kantor berita Xinhua mengutip biro manajemen darurat setempat.
Kabupaten tersebut terletak sekitar 400km di timur laut ibu kota Tibet, Lhasa.
Lebih dari 300 rumah dilaporkan ambruk, sementara pasokan listrik di sebagian besar wilayah terdampak terputus.
Gempa terjadi pada larut malam
Video yang beredar di media sosial menunjukkan warga berlarian ke jalan saat bangunan berguncang hebat di tengah kegelapan malam.
Gempa terjadi pada Kamis larut malam dan diikuti sejumlah gempa susulan berkekuatan kuat, seperti dilaporkan koresponden BBC News di Beijing, Laura Bicker.
Sedikitnya 339 rumah dilaporkan ambruk, menurut media pemerintah China.
Hingga kini, tingkat kerusakan akibat bencana tersebut masih terus didata.
Tim penyelamat telah tiba di pusat gempa yang berada di wilayah dengan ketinggian lebih dari 4.800 meter di atas permukaan laut.
Dataran Tinggi Tibet merupakan kawasan yang sangat rentan terhadap aktivitas gempa bumi.
Pada Desember 2023, lebih dari seratus orang tewas setelah gempa bumi mengguncang Provinsi Gansu di China.
Jumlah korban luka bertambah dan dampak gempa lebih parah
Informasi terbaru yang disampaikan pejabat China melalui media pemerintah, jumlah korban luka akibat gempa di Tibet meningkat dari 32 menjadi 54 orang.
Sejumlah korban dilaporkan mengalami luka serius dan sedang menjalani perawatan.
Pejabat setempat juga menaikkan status tanggap darurat dari level IV menjadi level III.
Dalam sistem penanganan bencana di China, respons darurat level I diterapkan untuk bencana paling serius, sementara level IV merupakan tingkat respons terendah.
Lebih dari 350 personel serta 83 kendaraan dari tim pemadam kebakaran dan penyelamatan China telah dikerahkan ke wilayah terdampak gempa.
Apa yang diketahui sejauh ini?
Gempa berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Nagqu, kawasan pegunungan yang luas dan jarang penduduk di timur laut ibu kota Tibet, Lhasa, berdasarkan laporan setempat.
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, menurut media pemerintah China.
Ratusan rumah dilaporkan ambruk di wilayah terdampak, kata pejabat setempat.
Akses jalan dan pasokan listrik terputus, sementara desa-desa yang terdampak berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 4.800 meter di atas permukaan laut.
Gempa ini menjadi yang paling mematikan di wilayah tersebut sejak 2023, ketika 120 orang tewas akibat gempa bermagnitudo 6,2 yang mengguncang Provinsi Gansu di China.
Sebagian besar informasi yang tersedia sejauh ini berasal dari kantor berita pemerintah China, Xinhua, yang mengutip pejabat daerah dan layanan darurat.
Media pemerintah sering kali menjadi satu-satunya sumber informasi mengenai Tibet, wilayah yang berada di bawah kendali ketat China sejak dianeksasi pada 1950-an.
Artikel ini akan diperbarui secara berkala.