Drama penyanderaan bajak laut Somalia berakhir, empat WNI bebas


Aparat Puntland

Keterangan gambar, Aparat Puntland melakukan operasi penyerbuan terhadap para perompak yang membajak kapal MT Honour 25.

Suara Syamsuddin bergetar tak kuasa menahan haru saat pertama kali mendapat kabar dari anaknya, Ashari Samadikun, kapten kapal MT Honour 25, yang baru saja lolos dari maut.

Syamsuddin berulang kali mengucapkan ‘Alhamdulillah’ sebagai rasa syukur karena anaknya dan tiga WNI lainnya telah bebas dari penyekapan perompak Somalia selama lebih dari lima bulan.

Ashari dan tiga rekannya bisa bebas setelah aparat bersenjata Puntland—wilayah semi-otonomi di Somalia—melakukan penyerbuan terhadap para perompak yang membajak kapal MT Honour 25 pada Selasa pagi, 29 September 2026.

Syamsuddin bilang setelah aparat membebaskan para sandera, Ashari langsung menghubunginya.

“Anak saya (Ashari) sudah ambil dia punya hp. Dia sampaikan apa yang ada. Tapi dalam kondisi yang masih kacau,” kata Syamsuddin.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *