Bagaimana masyarakat Indonesia merespons serangan AS-Israel ke Iran?


Seorang wanita Muslim memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (kiri), yang memimpin Iran sejak 1989 dan tewas dalam fase awal operasi militer skala besar AS dan Israel, saat area belasungkawa disiapkan di Pusat Kebudayaan Islam Jakarta di Jakarta pada 1 Maret 2026.

Sumber gambar, Yasuyoshi CHIBA / AFP via Getty Images

Keterangan gambar, Seorang perempuan Muslim Indonesia memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei (kiri), saat peringatan belasungkawa di Pusat Kebudayaan Islam Jakarta di Jakarta pada Minggu (01/03).

    • Penulis, Raja Eben Lumbanrau
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Waktu membaca: 15 menit

Israel bersama Amerika Serikat melakukan penyerangan besar-besaran ke Iran, yang menyebabkan pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dan beberapa pejabat lainnya meninggal dunia. Bagaimana masyarakat Indonesia merespons serangan itu dan apa harapan mereka ke pemerintahan Prabowo Subianto dalam bersikap?

Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) mengeluarkan instruksi resmi kepada pengikutnya (atau lazim disebut warga Nahdliyin) untuk membacakan doa (Qunut Nazilah) dalam setiap salat.

Instruksi itu ditempuh sebagai bentuk kepedulian umat Islam Indonesia terhadap eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah, imbas agresi militer AS-Israel ke Iran.

“Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak serta menghadirkan perdamaian dan keadilan,” bunyi surat PBNU yang ditandatangani pada Minggu (01/03).

NU dilaporkan memiliki pengikut lebih dari 95 juta anggota dan menjadikannya sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *