Aksi Kamisan 900: Sumarsih bertahan mencari keadilan


Sumarsih

Sumber gambar, BAY ISMOYO/AFP

Keterangan gambar, Sumarsih di Aksi Kamisan pada 2024.

    • Penulis, Faisal Irfani
    • Peranan, Jurnalis BBC News Indonesia
  • Waktu membaca: 19 menit

Pelaksanaan Aksi Kamisan telah mencapai angka 900. Sepanjang itu pula, Sumarsih menolak untuk mundur dari palagan. Apa yang membuatnya terus bertahan?

Kabar dari ahli forensik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Budi Sampurno, menjawab segala pertanyaan yang bergumul di kepala Sumarsih tentang kematian putranya, Bernardinus Realino Norma Irawan, yang akrab dipanggil Wawan.

Jum’at malam, 13 November 1998, Budi memberi tahu bahwa Wawan, mahasiswa ekonomi di Universitas Atma Jaya Jakarta, tewas karena ditembak dengan peluru tajam standar militer.

Peluru itu tepat mengenai dada sebelah kiri Wawan, sebelum akhirnya menembus jantung serta paru-parunya.

Wawan seketika tumbang dan hilang nyawa.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *