Politik: Kopdes Merah Putih akan punya klinik pratama, mengapa dianggap tidak realistis?


 Koperasi Desa Merah Putih di Makassar, Sulawesi Selatan, Februari 2026.

Keterangan gambar, Seorang pekerja menyelesaikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Makassar, Sulawesi Selatan, Februari 2026.

Keinginan pemerintah mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai klinik pratama disebut pakar kesehatan “terlalu dipaksakan” lantaran membutuhkan dana dan sumber daya manusia yang besar.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Slamet Budiarto, memaparkan saat ini saja terdapat 400 lebih puskesmas yang belum memiliki dokter. Sehingga, ia khawatir jika ditambah klinik KDMP bakal mengorbankan layanan di puskesmas demi jalannya rencana itu.

“Kesimpulannya puskesmas saja masih banyak butuh dokter dan tenaga kesehatan, itu dipenuhi dulu, baru ke klinik KDMP,” ujar Slamet Budiarto kepada BBC News Indonesia, Senin (02/11).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Kemenkes telah membuat proyek percontohan untuk mengkaji model bisnis klinik KDMP. Meskipun konsepnya serupa klinik swasta, tapi nantinya dapat melayani peserta BPJS Kesehatan.

Adapun hingga pertengahan Oktober 2026, setidaknya 10.070 KDMP di seluruh Indonesia mulai beroperasi serentak. Selain menjual berbagai bahan pangan, koperasi juga bakal dilibatkan dalam penyaluran bantuan sosial.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *